Heboh, Warga Cibuluh Bogor Kaget Tanahnya Dipasang Patok Kementerian PUPR

by -

METROPOLITAN.id – Warga Kampung Pangkalan Raya, RT 4/2 Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor dikejutkan dengan adanya patok yang ditanam di sekitaran tanah milik warga, yang lokasinya tak jauh dari Sungai Ciliwung.

Ketua RT 04 Cibuluh, Kota Bogor, Qodar mengatakan, patok dengan warna kuning biru dan bertuliskan 2020 itu, diketahui milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

 

Lebih lanjut, Qodar menerangkan bahwa tidak ada komunikasi dari pihak kementerian dan Dinas PUPR Kota Bogor, makin membuat warga resah. Sebab warga Bogor yang tanahnya dipatok memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM).

“Pemasangan patok PUPR Naturalisasi Ciliwung tanpa ijin pengurus wilayah setempat dan warga pemilik lahan bikin resah warga sekitar yang masuk zonasi pematokan. Seolah-olah seperti penyerobatan lahan warga,” katanya kepada Metropolitan.id, Jumat (25/12).

Baca Juga  PAC Gerindra Gencar Sosialisasi Tujuh Balon

Qodar menjelaskan, terdapat tiga patok yang terpasang dengan jarak masing-masing patok 50 meter.

Bahkan ada patok yang dipasang tepat didepan rumah warganya dan itu membuat warga tersebut resah. Sebab warga baru menyadari adanya patok-patok ini pada Rabu (23/12) silam.

“Sejauh ini belum ada sosialisasi sama sekali sama seluruh pemilik lahan, apalagi masalah penggantiannya berapa,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor Fraksi PKS, Endah Purwanti menyayangkan apa yang dilakukan oleh Kementerian PUPR.

Ia mengatakan, seharusnya pihak pemerintah bisa menjalin komunikasi dengan aparat wilayah untuk masalah pembangunan proyek strategis nasional seperti naturalisasi Sungai Ciliwung.

“Masa untuk pembangunan seperti ini tidak ada komunikasi yang baik? Yang ada malah membuat warga resah. Ini bukan hal yang baik,” katanya.

Baca Juga  DISHUB BANGUN AREA KHUSUS OJEK ONLINE

Ia pun mengaku akan mencoba menyurati Kementerian PUPR untuk mengklarifikasi terkait adanya patok yang dipasang secara ‘gaib’ ini.

“Kita akan minta dinas PUPR Kota Bogor untuk menyurati Kementerian PUPR, agar kedepannya tidak menjadi masalah,” pungkasnya.(dil/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *