Jabar Bergerak Ajak Warga Bogor Bantu Haris

by -

METROPOLITAN – Kondisi Haris (8) warga Kedungbadak, Kecamatan Tanahsareal, yang didiagnosa mengidap Hidrosefalus sejak delapan tahun silam membuat berbagai elemen masyarakat bergerak.

Ketua Jabar Bergerak Kota Bogor, Yantie Rachim mengaku sangat prihatin atas kondisi yang diderita anak dari pasangan Agus Rohman dan Agustinah itu.

Ia tak menyangka, ditengah hiruk pikuk keramaian Kota Bogor, masih ada masyarakat yang belum mendapatkan perhatian.

“Awalnya mendapatkan laporan dari warga. Saya pun mencoba untuk melihat kondisi Haris. Ternyata sangat memprihatikan dan disitu saya mencoba untuk menggerakkan Jabar Bergerak agar bisa membantu Haris,” katanya.

Penggalangan dana pun langsung dilakukan oleh Tim Jabar Bergerak. Selebaran informasi bantuan pun sudah disebar, baik melalui grup WhatsApp ataupun media sosial lainnya.

Baca Juga  Setor Laba Cuma Rp175 Juta, Komisi II Minta Ini ke Bos Pasar Pakuan Jaya

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bisa membantu Haris agar bisa mendapatkan perawatan dan pengobatan yang layak.

Buatnya, sesuai dengan visi jabar bergerak, yaitu bergerak atas dasar kepedulian membangun masyarakat jawa barat, pihaknya sangat berharap Jabar Bergerak Kota Bogor dapat bersinergi dengan seluruh stakeholder.

“Tentunya juga masyarakat yang ada di Kota Bogor untuk sama-sama membangun dan membantu masyarakat Kota Bogor yang membutuhkan,” jelas Yantie.

Berdasarkan kunjungan yang dilakukan tim Jabar Bergerak, Yantie menjelaskan kalau Haris saat ini sangat membutuhkan bantuan berupa popok, bubur dan susu.

“Sejauh ini yang sangat urgen dibutuhkan oleh Haris adalah bubur, susu dan popok. Ini yang akan dipenuhi terlebih dahulu, karena dengan kondisi sakitnya sekarang, makanan bergizi akan sangat membantu daya tahan tubuh Haris,” tandasnya.

Baca Juga  Ojol Biang Kemacetan di Bogor

Sebelumnya, Haris sejak lahir medio 2012 silam, hanya bisa terbaring diatas kasur karena mengidap penyakit Hidrosefalus. Tinggal di Kedungbadak tak jauh dari keramaian Kota Bogor, Haris dan keluarga justru luput dari perhatian. Selama delapan tahun, Haris hanya diberikan obat herbal seadanya lantaran kekurangan biaya untuk berobat ke rumah sakit.

Kini Haris menanti bantuan dari pemerintah dan masyarakat agar bisa mendapat bantuan pengobatan. (dil/c/ryn)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.