Keputusan Mahkamah Partai Keluar, Rusli Prihatevy Tancap Gas Majukan Golkar Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor M Rusli Prihatevy siap tancap gas memajukan partai.

Kepastian itu diperoleh usai Sidang Mahkamah Partai Golkar keluar dan menyatakan Rusli sah sebagau ketua hasil Musda X DPD Partai Golkar Kota Bogor.

Setelah terpilih menjadi ketua DPD pada musda, Partai Golkar Kota Bogor memang tak bisa berbuat banyak. Roda organisasi tak bisa berjalan sempurna lantaran ada gugatan hasil musda ke Mahkamah Partai.

“Mesin partai sempat terhenti empat bulan lamanya. Seharusnya dalam periode waktu itu, organisasi sudah bergerak dengan beragam konsolidasi,” ujar Rusli, Selasa (29/12).

Usai terpilih pada musda, lelaki yang juga menjabat ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Bogor ini memang nampak lebih menahan diri.

Baca Juga  Tujuh Nama Berebut Kursi Nomor Satu Golkar Kota Bogor

Rusli memilih tak banyak bereaksi dalam menyikapi dinamika partai yang kala itu masih belum stabil. Namun, Rusli tetap memantau semua hal yang menyangkut keberlangsungan partai. Ia juga tetap memantau gugatan salah seorang kader yang tak puas dengan hasil musda.

“Saya diam bukan berarti saya tidak peduli. Saya diam justru agar situasi partai lebih kondusif. Saya percaya kader Golkar Kota Bogor mengerti karena telah dewasa dalam menyikapi persoalan ini,” tegasnya.

Sidang Mahkamah Partai Golkar berlangsung selama empat kali. Dimulai dengan agenda pemeriksaan pendahuluan pada 16 September 2020 dan berlanjut pada sidang mediasi pada 23 September.

Selanjutnya, sidang mendengarkan keterangan saksi dilakukan pada 2 Oktober 2020 dan sidang putusan pada hari ini, Selasa (29/12).

Baca Juga  HUT ke-56, Golkar Kota Bogor Bagikan 10 Ribu Masker Hingga Tabur Bunga

Pada sidang terakhir tersebut, Mahkamah Partai memutuskan menolak sepenuhnya gugatan.

Menurut Rusli, hasil gugatan ini bukan semata soal menang atau kalah. Momentum ini justru diharapkan membuat kader Kota Bogor kembali bersatu dan menjalankan roda organisasi.

“Ini soal mendewasakan diri dan menahan diri. Kita satu untuk bersama. Ini berlaku untuk seluruh elemen, dari mulai pengurus, pimpinan kecamatan dan pimpinan kelurahan harus seiring sejalan, tak terkecuali Hastakarya. Semua harus fatsun putusan Mahkamah Partai dan tetap bersatu,” tandas Rusly. (*/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *