Kota dan Kabupaten Bogor Perpanjang PSBB Lagi

by -

METROPOLITAN – Jelang libur panjang, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memu­tuskan untuk memperpanjang pember­lakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro Komunitas (PSBMK) hingga 8 Januari 2021. Aturan itu mengacu pada penerapan pembatasan kegiatan pada masa pandemi Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

“Iya (PSBMK diperpanjang), itu mengik­uti Jawa Barat, sampai 8 Januari 2021,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya usai rapat evaluasi PSBMK di Balai Kota Bo­gor, Selasa (22/12).

Pemkot Bogor juga akan menerapkan berbagai pembatasan kegiatan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ibadah Natal di gereja pun dibatasi kapasitas jemaat yang datang serta waktu yang juga dibatasi.

“Jadi, ibadah diperbolehkan dengan pembatasan, tetapi tidak diperbolehkan untuk melakukan perayaan. Termasuk perayaan tahun baru. Kami minta semua mematuhi ini untuk tidak menimbulkan ke­rumunan di hotel, restoran, kafe dan sebagainya,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Bogor juga bakal menerapkan batasan aturan jam operasional pada tanggal tertentu saat libur Na­taru. Aturan tersebut menyela­raskan aturan di DKI Jakarta dan daerah penyangga ibu kota seperti Kabupaten Bogor dan lainnya.

Baca Juga  Jelang Ramadan, Bawang Naik, Cabe Merah Turun

“Yakni membatasi jam ope­rasional hingga pukul 19:00 WIB pada 24, 25, 26 dan 27 Desem­ber. Lalu pada 31 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021. Itu dibatasi jam operasional untuk rumah makan, kafe, restoran, toko-toko, mal hingga jam 7 malam. Di luar tanggal itu jam operasional berlaku seperti sekarang,” terangnya.

Begitu pula dengan Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Kebijakan PSBB Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Ka­bupaten Bogor akan berakhir Rabu (23/12). Kemungkinan besar PSBB akan kembali dip­erpanjang menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor sudah rapat evaluasi sekaligus membuat kebijakan terkait menghadapi libur Nataru. Kami mempedomani arahan Satgas Pusat. Khusus Jabode­tabek, karena dekat Jakarta, rumusan kebijakannya mengik­uti. Di antaranya PSBB Kabu­paten Bogor berakhir 23 De­sember, 24 Desember otoma­tis memperpanjang. Kita mengahadapi Nataru,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabu­paten Bogor, Irwan Purnawan, Selasa (21/12).

Baca Juga  MPP Diserbu Warga

Menurut Irwan, ada bebera­pa skenario untuk perpanjangan PSBB kali ini. Pertama, hanya dilakukan satu kali masa inku­basi atau 14 hari. Opsi kedua diperpanjang 28 hari atau 2 kali masi inkubasi. “Karena kita harus mengatur kebijakan tentang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ada wacana mulai 11 Januari pembelajaran langs­ung bisa dimulai. Kalau dua kali masa inkubasi harus diatur juga soal pendidikan. Kalau satu kali masa inkubasi aman. Nanti tinggal soal PJJ kita atur berikutnya. Atau, bisa juga skenario khusus, pendidikan itu diatur Perbup sendiri, jadi bisa langsung dua kali masa inkubasi,” terangnya.

Meski begitu, Irwan menga­ku tidak banyak aturan yang berubah pada PSBB selanjutnya. Hanya saja ada pemberlakuan jam operasional khusus bagi minimarket dan mal pada libur Natal dan Tahun Baru. “Pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan PSBB sebelumnya. Cuma memang akan disesu­aikan libur Natal dan Tahun Baru, seperti pembatasan jam operasional mal dan minimar­ket yang lebih awal,” ungkapnya.

Baca Juga  18 Anak Kobra Ditemukan di Rumah Warga, Induknya Masih Bebas

Untuk waktu libur Natal 2020 jatuh pada 23 Desember hing­ga 25 Desember. Sementara libur Tahun Baru mulai 31 De­sember hingga 3 Januari 2021. Saat libur Nataru, pengawasan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bogor akan diper­ketat. Selain wajib menerapkan protokol kesehatan, wisatawan juga diminta menunjukkan hasil rapid test antigen yang masih berlaku minimal tiga hari. “Nanti kita buka cek poin di Ciawi Puncak. Tempat-tem­pat lainnya seperti Sukamakmur hingga Bogor Barat juga diber­lakukan. Tim juga akan berpa­troli mengecek protokol kese­hatan tempat wisata dan pen­gunjungnya,” tandas Irwan. (ryn/fin/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.