Laporan Satgas Kota Bogor Berlanjut, Polisi bakal Tetapkan Tersangka Pekan Depan

by -

METROPOLITAN.id – Dua hari ini, Polresta Bogor Kota secara bergiliran terus melakukan pemanggilan terhadap beberapa pihak, dalam mengusut laporan Satgas Covid-19 Kota Bogor terkait dugaan menghalangi proses pencegahan Covid-19 oleh Rumah Sakit (RS) Ummi saat menangani Habib Rizieq Shihab (HRS).

Sejak Senin (30/11) hingga hari ini (1/12), sejumlah pihak dipanggil polisi, mulai dari direksi RS Ummi, petinggi MER-C (tim medis pribadi yang menangani hingga melakukan swab tes kepada HRS) hingga Satgas Covid-19 Kota Bogor. Dari berbagai pemeriksaan, kepolisian disebut-sebut bakal segera menetapkan tersangka, pada pekan depan.

Hal itu diungkapkan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata dia, tim penyelidik Reserse Kriminal (Reskrim) memberikan sinyal bahwa ada kemungkinan jika pada Senin (7/12) nanti, polisi sudah akan menetapkan tersangka.

“Insya Allah hari ini (1/12) dan besok (2/12) akan ada pemeriksaan lagi. Mudah-mudahan nanti hasilnya bisa disimpulkan oleh penyidik dan timnya, agar hari Senin (7/12) sudah naik sidik. Kalau Senin (7/12) sudah sidik, betarti sudah bisa menentukan tersangkanya,” katanya kepada awak media, Selasa (1/12).

Pihak kepolisian Polresta Bogor Kota memang secara bergiliran melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak terkait atas laporan Satgas Covid-19 Kota Bogor tentang penanganan Habib Rizieq Shihab (HRS) selama di Rumah Sakit (RS) Ummi, Kota Bogor.

Baca Juga  Ditawari Burung Bisa Ngomong, Duit Rp4 Juta Raib Ditukar Burung Sawah

Polisi juga berencana memanggil sejumlah perwakilan Satgas Covid-19 Kota Bogor untuk dimintai keterangan pada hari ini (1/12).

Sebagai perkembangan penyelidikan atas adanya dugaan menghalang-halangi proses pencegahan wabah Covid-19 oleh pihak RS Ummi yang dilaporkan Satgas Covid-19 Kota Bogor.

Hendri mengatakan bahwa perwakilan Satgas Covid-19 Kota Bogor yang akan dipanggil diantaranya ketua pelaksana Satgas Covid-19, kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, kepala BPBD Kota Bogor dan petugas keamanan di RS Ummi.

“Hingga saat ini kita sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 13 orang dan hari ini (1/12) dilanjutkan pemeriksaan enam orang saksi lagi. Yaitu dari ketua pelaksana satgas Covid-19, kepala Dinas Kesehatan, kepala BPBD, sekuriti dan ahli pandemi,” kata Fiuser.

Adapun tujuan pemanggilan ini, sambung dia, untuk menggali informasi terkait dugaan pelanggaran proses SOP yang dilanggar RS Ummi, terkait pelaporan kepada Satgas Covid-19 Kota Bogor dalam menangani penyebaran wabah Covid-19.

“Semua bicara prosedur, ada nggak prosedur yang dilanggar. Kalau ada, ya nanti terlihat ada upaya menghalangi tim satgas Covid-19 karena Pemkot kan sudah menunjuk RS Ummi sebagai RS pemagangan Covid-19, disitu ada SOP-nya,” ungkap Fiuser.

Baca Juga  Dinsos Klaim Warga Miskin Kota Bogor Berkurang

Tak hanya perwakilan dari Pemkot Bogor saja, pihak kepolisian pun berencana untuk memanggil kembali HRS dan keluarga untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Meski sudah sempat dipanggil, namun pihak HRS maupun keluarga tidak ada yang hadir. Fiuser menerangkan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan memanggil kembali pimpinan FPI itu, jika memang dari hasil penyelidikan mengarah bahwa HRS ikut andil dalam laporan yang dibuat Pemkot Bogor.

“Kemarin sudah disurati, tapi tidak datang, tapi tidak berpengaruh terhadap penyelidikan ini. Kalau nanti berdasarkan penggalian informasi, menjurus kepada HRS, ya akan kita panggil lagi, kalau perlu secara paksa,” tegas Fiuser.

Proses klarifikasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap pihak RS Ummi dan MER-C, Senin (30/11), baru selesai sekitar pukul 20:30 WIB.

Selama kurang lebih enam jam, tujuh orang yang mewakili RS Ummi dicecar pertanyaan seputar dugaan menghalangi tugas Satgas Covid-19 dalam penanggulangan wabah penyakit menular di Kota Bogor.

Direktur Umum RS Ummi, Najamuddin, menceritakan, dalam proses wawancara ia dicecar sebanyak 37 pertanyaan oleh kepolisian.

Baca Juga  Perda Pemberdayaan UMKM Sudah Ketuk Palu, DPRD Bangkitkan Geliat Ekonomi di Bogor

“Kalau saya secara umum ada 37 pertanyaan,” katanya.

Lebih lanjut, Najamuddin menegaskan bahwa pertanyaan yang dilontarkan pihak kepolisian itu, masih seputar berkaitan dengan Rizieq saat berada dalam perawatan sejak hari pertama hingga pulang pada Sabtu (28/11) malam.

“Sejak awal kami menyampaikan, semua yang terkait dengan Habib Rizieq kami sampaikan semuanya dan sekali lagi tidak ada satupun yang tidak disampaikan,” jelas Najamuddin.

Ia menambahkan, total perwakilan RS Ummi yang menghadiri panggilan polisi yakni empat orang direksi, dua orang perawat dan satu orang dokter yang menangani HRS selama menjalani perawatan di RS Ummi.

Sementara itu, Head of Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad, menuturkan bahaa ia diperiksa penyidik hingga enam jam dengan 50 pertanyaan.

Dalam pemeriksaan tersebut, ia hanya mendapat pertanyaan seputar MER-C dan tes swab yang dilakukan terhadap HRS saat mendapat perawatan di Rumah Sakit UMMI Bogor, beberapa waktu lalu.

Meski demikian, ia mengapresiasi Polresta Bogor Kota yang melakukan klarifikasi kepada lembaga yang dipimpinnya ini.

“Sehingga semuanya clear. Semoga penyidik puas apa yang kami sampaikan,” kata Sarbini. (dil/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.