Lingkaran Panas di Parkiran Pasar Anyar dan Merdeka

by -

METROPOLITAN – Pendapatan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dari sektor parkir kerap mengalami kebocoran. Hal itu terungkap setelah Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor menelusuri dua titik kantong parkir, yakni di kawasan Pasar Anyar dan Terminal Merdeka.

Berdasarkan penelusuran Dishub Kota Bogor, lokasi parkir yang tadinya dikelola Dishub, kini sudah dikelola oknum yang memakan pendapatan dari sektor parkir. Meski belum bisa merinci berapa kehilangan penda­patan yang diterima Dis­hub karena hilangnya lapak parkir di dua titik ini, Dishub Kota Bogor pada Senin (7/12) langsung melakukan penertiban dan merebut kembali lokasi parkir tersebut. Sebab, berdasarkan SK Wali Kota terkait zona parkir, dua wilayah yang disebutkan Islahudin merupakan zona parkir yang harus menyetorkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

”Jadi, kita ingin mengoperasionalkan SK Wali Kota tersebut, karena SK wali kota itu ada konsekuensinya yaitu PAD. Artinya, kalau ada titik-titik yang ada dalam SK tidak dilaksanakan Dishub berarti ada PAD yang harus disetorkan. Di Jalan Dewi Sartika ini ada termasuk dalam SK, sehingga kita akan melaksanakan kembali pengaturan parkir dan pemungutan retribusi parkir,” kata Kabid Sarpras Dishub Kota Bogor, Islahudin.

Baca Juga  Ikhtiar, Jujur Dan Amanah

Setelah membersihkan area parkir ilegal ini, pihak Dishub Kota Bogor akan berkoordinasi dengan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) soal retribusi perparkiran. Sebab, pengelolaan parkir di Pasar Anyar dan Merdeka sangat rumit. Di mana pihak Perumda PPJ bekerja sama dengan pihak kedua dan pihak kedua itu bekerja sama lagi dengan koperasi. ”Nanti pasti ada dampak. Kita coba selesaikan dengan arif, karena ini kan kepentingan Kota Bogor,”ujarnya.

Lebih lanjut Islahudin memaparkan maksud diambil alihnya kembali perparkiran di kawasan Pasar Anyar berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Di mana parkir dibagi menjadi dua jenis, yaitu off-street dan on-street.

”Khusus parkir on-street sesuai undang-undang perlu dikelola pemerintah, karena on-street sangat berhubungan erat dengan lalu lintas yang ada di sekitarnya, sehingga perlu pengendalian. Untuk off-steert atau parkir gedung itu diperbolehkan oleh dikelola pihak swasta. Nah, kami mau memaksimalkan parkir yang on-street,” jelas Islahudin.

Baca Juga  Polisi Mulai Rekayasa Lalin Tutup Jalan Pengadilan Arah Pasar Anyar Bogor

Di lokasi yang sama, Kasi Parkir pada Dishub Kota Bogor, Yana, menerangkan, zona parkir yang harus dikelola Dishub ada lima titik. Di antaranya Blok B2, B1, F, G dan A. Namun kenyataannya, sebelum dilakukan penertiban hari ini, kantong-kantong parkir tersebut dikuasai oknum tertentu yang tidak memberikan kontribusi apa pun kepada Dishub Kota Bogor.

”Jadi, tugas kita yang harus mengambil kontribusi tersebut. Tapi kenyataannya sampai sekarang nol karena yang mengambil orang di luar Dishub, maka kita datang ke lapangan mau meluruskan aturan main yang ada,”ujarnya.

Sementara itu, seorang juru parkir ilegal di kawasan Pasar Anyar, Ade Kamaludin, menuturkan, pihaknya setiap hari menyetorkan Rp900.000 dari dua titik parkir di kawasan Pasar Anyar. Uang itu ia setorkan kepada Koperasi Suryakencana yang bekerja sama dengan pihak kedua yang ditunjuk Perumda PPJ untuk mengelola parkir. ”Kita menghasilkan dari dua lokasi ini Rp900.000 per hari. Kalau yang dibawa pulang ya paling Rp50.000 sampai Rp100.000,” kata pria yang akrab disapa Kamel itu.

Baca Juga  Nggak Hanya Jalan Pengadilan, Jalan MA Salmun Arah Pasar Anyar Bogor pun Ditutup

Dengan setoran yang diberikan Kamel kepada Koperasi Suryakencana, maka jika dihitung selama sebulan dari dua lapak parkir yang dikelola Kamel menghasilkan uang sebanyak Rp27 juta.

Kamel sendiri tidak mengetahui soal retribusi atau PAD yang harus disetorkan. Sebab, ia hanya diminta menyetorkan uang minimal Rp750.000 per hari. ”Kita di sini cuma kerja. Saya cuma ikut aturan saja,”ujarnya.

Ia sendiri mengaku sudah bekerja sebagai juru parkir selama 13 tahun. Dengan adanya penertiban parkir di kawasan Pasar Anyar, ia berharap tidak kehilangan pekerjaannya saat ini.(dil/c/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *