Mangkir, Balon Kades Ancam Pidanakan Panitia

by -

METROPOLITAN – Kasus dugaan ketidakprofesionalan panitia pemilihan kepala desa (pilkades) Rawapanjang, Kecamatan Bojong­gede, memasuki babak baru. Kema­rin, persoalan ini masuk ranah sidang di Pengadilan Negeri Cibinong Ke­las 1A.

Namun, panitia pilkades Ra­wapanjang dalam sidang perdana itu tidak men­ghadiri jalannya per­sidangan. Alasannya disebut karena pihak tergugat belum siap dengan materi yang akan dibawakan. Sehingga sidang kasus perdata dengan agenda pemeriksaan identitas itu ditunda hingga Senin (21/12) nanti. ­

”Katanya sih belum siap ya. Sehingga ditunda Senin (21/12) depan dengan agenda yang sama yaitu tentang mediasi. Kalau tidak hadir juga akan diputuskan pada pokok per­masalahan dengan membuk­tikan dari beberapa pihak,” kata kuasa hukum balon Ka­des Rawapanjang atas nama Muslih, Rosadi.

Rosadi sendiri mengaku kecewa akan ketidakhadiran para tergugat, yakni panitia pilkades dan BPD Rawapan­jang. Baginya, tidak hadirnya tergugat sama dengan tinda­kan melawan hukum dan lembaga praperadilan. “Saya kecewa dengan ketidakhadi­ran panitia pilkades dan BPD. Seolah-olah mereka tidak menghargai proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.

Baca Juga  Guru Malaysia Belajar di Desa Bantarsari

Meski demikian, Rosadi mengingatkan dalam kasus ini pihaknya tidak hanya se­batas melaporkan tergugat secara perdata. Nanti, kliennya juga akan melaporkan tuntu­tan secara pidana.

“Sejauh ini memang belum, menunggu respons dari tun­tutan perdata itu sendiri. Tapi kalau memang di per­data responsnya tidak bagus, tidak ada kesepakatan dari para pihak, akan kami lanjut­kan ke tuntutan pidana, ter­kait pemalsuan tanda tangan klien saya. Kita pun sudah konsultasi dengan reskrim di Polres Depok,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, panitia pilkades Rawapanjang Su­ryadi mengatakan, untuk informasi gugatan maupun teknis dari pilkades di Rawa­panjang tidak diurusi tim pilkades pendataan. ”Untuk hal itu bisa dikonfirmasi ke panitia pilkades pada bidang pendaftaran. Saya tidak tahu untuk masalah yang tadi,” singkatnya.

Baca Juga  Ikan Hias Jadi Potensi Utama Warga

Sebelumnya diberitakan, sekretariat panitia pilkades Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, digeruduk sejumlah massa, pada Rabu (9/12). Mereka mempertanyakan alasan pa­nitia tak meloloskan bakal calon kepala desa yang dius­ungnya.

Dalam aksi itu, massa yang mendukung bakal calon atas nama Muslih itu membawa poster bernada protes. Bahkan, mereka sempat melakukan aksi bakar ban di depan se­kretariat panitia pilkades Ra­wapanjang. Itu dilakukan lantaran panitia dianggap tidak profesional dan cacat hukum.

Koordinator aksi, Haris, me­nyebut berdasarkan hasil seleksi panitia pilkades, calon yang didukungnya telah me­menuhi syarat untuk men­jadi calon kepala desa (caka­des). Namun di tingkat keca­matan, calon tersebut tidak lolos atau didiskualifikasi.

Haris mengaku sudah ber­koordinasi dengan panitia tingkat desa terkait persoalan tersebut. Namun, pihaknya malah dialihkan ke panitia tingkat kecamatan. Atas kon­disi itu, ia mengaku bakal terus melakukan aksi sebelum ada kejelasan dari panitia. “Karena itu, sebelum ada ke­jelasan dari panitia tingkat desa, kami meminta pelaks­anaan pilkades di Rawapan­jang ditunda,” tegas Haris.

Baca Juga  Genjot Perbaikan Infrastruktur

Menanggapi hal itu, Camat Bojonggede Dace Hatomi mengatakan, salah satu bak­al calon yang tak lolos se­leksi sudah mengajukan gu­gatan ke pengadilan. Untuk itu, ia meminta semua menunggu hasil putusan sidang.

“Jadi tinggal menunggu ha­sil putusan sidang saja. Seha­rusnya tidak perlu ada demo dari salah satu pendukung. Semua proses pun harus tetap berjalan. Dan hasilnya nanti setelah sidang,” jelas Dace. (yos/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.