Pembangunan Sekolah Satu Atap Dilanjut Tahun Depan

by -

METROPOLITAN –Usai menyele­saikan pembangunan tahap pertama sekolah satu atap di Kelurahan Ken­cana, Kecamatan Tanahsareal, Pe­merintah Kota (Pemkot) Bogor kini tengah bersiap membangun tahap kedua sekolah tersebut. ”Itu sudah sesuai rencana, jadi pembangunan awal itu meliputi struktur pondasi dan akan dilanjutkan 2021,”terang Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fachrudin, Senin (28/12).

Untuk pembangunan selanjutnya, pria yang akrab disapa Fahmi ini menuturkan, anggaran yang sudah disiapkan kurang lebih Rp10 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, pembangunan akan meliputi ke­rangka kelas dan struktur bangunan seutuhnya. ”Jadi memang karena keterbatasan anggaran kita bangun ini bertahap dan tahun depan kita siapkan kurang lebih Rp10 miliar untuk kerangka kelas ke atas,” jelasnya.

Baca Juga  Pemkab Bersama Polres Bogor Gelar Apel Siaga Vaksinasi Massal

Pembangunan sekolah satu atap ini, menurut Fahmi, men­jadi penting lantaran jarak antara jumlah SD dan SMP di Kota Bogor jauh berbeda. Di mana berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) jumlah SDN di Kota Bogor ada 211 dan jumlah SMP ada 20. Dengan selisih 191 sekolah, keberadaan sekolah satu atap menjadi penting. ”Pembangu­nan satu atap saat ini di Tanah­sareal, selanjutnya kita akan bangun di Bogor Timur dan Bogor Utara. Jadi, kita target­kan penambahan 10 SMP negeri lagi,” jelasnya. Sekadar diketahui, pembangunan se­kolah satu atap ini dimulai sejak Agustus lalu, di mana pekerja proyeknya adalah PT Artikon Dimensi Indonesia.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, ber­harap pembangunan sekolah satu atap di Kelurahan Ken­cana ini bisa dikerjakan dengan baik. ”Ini kan sudah tertunda ya bertahun-tahun. Jadi, saya harap ini bisa terlaksana dengan baik,” katanya.

Baca Juga  92,3 Persen Perpustakaan Sekolah dan Madrasah Butuh Pembinaan Perpusnas

Lebih lanjut Dedie mengung­kapkan, pembangunan seko­lah satu atap ini menjadi sangat penting. Sebab, kalau melihat perbandingan antara jumlah SD dengan SMP dan SMA di Kota Bogor ini masih belum seimbang.

”Jadi, kami ingin memper­baiki ini. Kami akan duduk bareng untuk menghitung jumlah SD dan SMP yang ada, baik negeri ataupun swasta agar tidak ada lagi anak-anak yang tidak bisa sekolah ka­rena tidak ada sekolahnya,” kata Dedie.

Pembangunan fisik sekolah pun menjadi keniscayaan un­tuk bisa merealisasikan ren­cana Pemkot Bogor membenahi jumlah sekolah di Kota Bogor. Namun jika menelisik APBD Kota Bogor, Dedie menilai ang­garan 20 persen untuk sektor pendidikan masih sangat kurang jika ingin melakukan pembangu­nan fisik.

Baca Juga  Tak Kunjung Dapat Bantuan, Semangat Ingin Sekolah

Berdasarkan draft Perda APBD Kota Bogor Tahun Ang­garan 2020, dari Rp520 miliar anggaran yang disiapkan, sebanyak Rp416 miliar diguna­kan untuk belanja tidak langs­ung, sedangkan hanya Rp104 miliar anggaran yang disiap­kan untuk pembangunan fisik.

”Anggaran pendidikan se­karang masih berat di be­lanja pegawai yang terdiri dari dana sertifikasi guru dan gaji. Di situ juga ada BOS dae­rah. Kalau komposisi angga­ran itu masih belum ideal dan ini akan menjadi prioritas kami ke depannya,” pungkas­nya.(dil/b/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.