Prinsip HAM PBB: Tembakan tanpa Peringatan Dibolehkan

by -

METROPOLITAN – Mantan Komisio­ner Kompolnas Irjen (Purn) Bekto Su­prapto berkomentar soal penembakan terhadap enam pengawal Habib Rizieq oleh aparat Polda Metro Jaya. Bekto mengatakan, bahkan dalam situasi ekst­rem, polisi dapat melepaskan tembakan ke arah sumber ancaman tanpa tembakan peringatan. ”Dalam keadaan ekstrem dan membahayakan nyawa anggota, menggunakan senjata api tidak perlu dengan peringatan dan langsung tembak. Sudah sesuai Prinsip HAM PBB bagi penegak hukum dan berlaku di seluruh dunia,” kata Bekto.­

Bekto menuturkan, menurut undang-undang, hanya TNI-Polri yang memiliki wewenang menggunakan senjata, teru­tama senjata api. Sehingga jika ada kelompok lain mengguna­kan senjata, sudah tak dapat dibenarkan dari sisi hukum.

Baca Juga  Bejat, Diimingi Uang Rp5 Ribu, Penyandang Disabilitas Jadi Korban Pencabulan

”Hanya Polri dan TNI yang secara sah diberi wewenang oleh undang-undang untuk membawa dan menggunakan senjata. Ormas membawa dan menembakkan senjata api kepada petugas polisi tidak dibenarkan secara hukum dan sudah melakukan tindakan teror,”jelasnya.

Bekto mengaku mendukung langkah tegas polisi dalam menghadapi serangan di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek (Ja­pek) oleh pengikut Habib Rizieq, sebagaimana dijelas­kan Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran.

”Sebagai purnawirawan Polri, saya mendukung tinda­kan tegas Polda Metro Jaya dalam mengatasi penyerangan di jalan Tol Cikampek oleh se­kelompok orang,” ucap Bekto. ”Ke dalam pengawas internal, ada kewajiban untuk mengecek pelaksanaan Pasal 49 Perkap 8 Tahun 2009,” sambungnya.

Penyidik Polda Metro Jaya masih menyelidiki asal usul senjata api yang disita dari pengikut Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dalam bentro­kan yang terjadi pada Senin (7/12) dini hari.

Baca Juga  Ada Kebijakan Penghapusan Denda, Realisasi Setoran PBB Kota Bogor Tembus Rp150 M

”Tentang senjata api itu ma­sih kita selidiki dan kita akan jelaskan, sudah banyak sen­jata api. Kita akan cari tahu siapa pemiliknya,” kata Di­rektur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat di Pol­da Metro Jaya, Senin.

Tubagus mengatakan, penyelidikan terkait senjata api tersebut akan terus di­kembangkan untuk mencari pihak yang terlibat, baik se­cara langsung maupun tidak langsung dalam peristiwa tersebut.

”Terkait masalah ini, penyi­dikan tidak selesai sampai di sini. Kita akan telusuri siapa pemilik senjata api, bagai­mana cara memperolehnya dan lain sebagainya, dikaitkan yang terlibat di dalamnya da­lam peristiwa tersebut,” pung­kasnya. (de/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.