8 Kafe Bandel Disanksi, 2 Disegel

by -

METROPOLITAN – Tim Pemburu Pelanggar Pem­berlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Bogor masih saja menemukan pe­langgar protokol kesehatan dan aturan PPKM di Bogor. Tak kurang dari delapan kafe bandel di Kota Bogor kena sanksi karena melanggar aturan. Bahkan, dua kafe di antaranya mesti disegel petugas.

Hal itu terkuak saat petugas melakukan patroli pada Sabtu dan Minggu (23-24/1). Tim gabungan dari polisi, TNI, dan Satpol PP Kota Bogor itu menindak delapan kafe yang masih mem­bandel dan melanggar pera­turan. ­

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Bogor Asep Setia Permana men­gungkapkan, dari delapan kafe yang diberikan sanksi, empat di antaranya melang­gar peraturan pembatasan jumlah pengunjung dan em­pat lainnya melanggar jam operasional.

Baca Juga  Ngeyel! Empat Kafe, Lima Perkantoran Disanksi

“Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah berupaya me­nyeimbangkan antara penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Namun dari kebijakan tersebut masih ada saja yang membandel. Jadi yang membandel dikena­kan sanksi tegas, biar jadi contoh juga buat tempat usaha yang lain,” kata Asep kepada Metropolitan.id, Minggu (24/1).

Ia menambahkan, tempat usaha yang dikenakan sank­si pelanggaran jumlah kapa­sitas pengunjung di antaranya Kopi Pemuda yang dikenakan sanksi denda administrasi Rp500 ribu, lalu Kopi Sappa dikenakan sanksi adminis­tratif Rp250 ribu, Restoran Go Grill Ah dan Kafe Savana yang diberikan teguran.

Lalu yang melanggar jam ope­rasional di antaranya Restoran Juragan Kerang dikenakan sanksi administratif Rp250 ribu, Cafe Kabinet dikenakan sanksi administratif Rp250 ribu. Sedangkan dua kafe/ restoran yakni True Colours Coffe disegel dan ACF Resto and Cafe mendapat sanksi penyegelan.

Baca Juga  Duh! Masih Ada Kafe Bandel Langgar Prokes

Khusus untuk tempat usaha yang disegel, jelasnya, penye­gelan berlaku hingga masa PPKM tahap pertama selesai pada Senin (25/1). “Untuk yang disegel, tetap dalam kondisi disegel sampai pem­berlakuan PPKM selesai,” ujar Asep.

Tak hanya tempat usaha, Asep juga mengungkapkan masih ada sembilan orang masyara­kat yang terjaring razia ka­rena tidak memakai masker.

Ia berharap pada masa PPKM jilid II pada 26 Januari hingga 8 Februari, masyarakat dan pelaku usaha bisa tertib. “Kami harap ketika nanti ber­laku perpanjangan PPKM yang kedua, para pelaku usaha dapat lebih mematuhi keten­tuannya,” pungkasnya. (dil/b/ ryn/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *