Bajing, Si Copet di JPO Stasiun Bogor ‘Spesialis Weekend’, Sebulan Bisa 17 Kali Beraksi

by -
Polisi ungkap kasus pencopetan yang sering terjadi di JPO Stasiun Kota Bogor. (FOTO:Varel-Magang/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Polresta Bogor Kota baru saja menangkap DZ alias Bajing (32), pencopet yang biasa beraksi di sekitaran Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Stasiun Bogor dan sempat viral di media sosial.

Rupanya, Bajing tidak sembarang memilih-milih waktu saat beraksi. Ia beraksi pada Jumat hingga Senin atau saat weekend (akhir pekan) saja lantaran mengincar dompet atau ponsel para wisatawan yang datang ke Kota Bogor.

“Biasa beraksi Jumat sampai Senin,” katanya kepada Metropolitan.id, sebelum melakukan reka ulang adegan pencopetan di jembatan penyeberangan orang (JPO) Stasiun Bogor, Kamis (14/1).

Dalam sebulan terakhir, Bajing sudah beraksi sebanyak 17 kali dan semua barang curiannya itu ia jual ke dua orang penadah bernama Tompel dan Angga yang statusnya saat ini masuk kedalam daftar pencarian orang (DPO).

Sebelumnya, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan penangkapan pelaku berinisial DZ alias Bajing (32) ini dilakukan Senin (11/1) atau dua hari setelah adanya laporan, dari korban dengan inisial ZR (24).

Baca Juga  Dipanggil, Panitia Pembangunan Jembatan Bally Mangkir

“Kami bergerak cepat. Tidak lebih dari dua hari. Kami telah berhasil menangkap tersangka copet sesuai dengan aduan yang disampaikan oleh para netizen. Sehingga pada hari Senin (11/1) kami telah berhasil menangkap saudara DZ alias Bajing,” kata Susatyo.

Dengan tertangkapnya satu orang pelaku ini, Susatyo berharap masyarakat atau pengguna jasa transportasi Commuterline di Stasiun Bogor biaa merasakan lagi kemanan dan kenyamanan saat menggunakan JPO Stasiun Bogor.

Ia pun mengaku akan mendalami lagi kasus pencopetan yang ada di JPO Stasiun Bogor. Sebab dugaan sementara, terdapat beberapa kelompok pencopet yang beraksi di JPO Stasiun Bogor.

“Selain itu, kawasan ini (JPO Stasiun Bogor, red) menjadi prioritas dari polresta bogor untuk memberikan kenyamanan dan keamanan. Karena kurang lebih hampir 300 ribu orang setiap harinya menggunakan transportasi Commuterline dari Stasiun Bogor ini, tentunya kami tidak ingin mereka resah oleh para pencopet pencopet ini,” pungkasnya.

Baca Juga  NPCI Siap Sukseskan Peparda

Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan satu unit handphone Iphone 7 berwarna hitam, milik korban dan satu unit handphone merk Meizu berwarna putih yang digunakan oleh tersangka.

Kerugian yang dialami korban karena aksi pencopetan ini diperkirakan senilai Rp6,7 juta.

DZ alian Bajing dikenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman kurungan lima tahun penjara. (dil/c/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *