Banyak Guru PNS Rugikan Daerah

by -

METROPOLITAN – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana, menyebut banyak guru CPNS yang melamar di daerah luar Jawa. Di mana hal itu hanya menjadi kedok agar mereka bisa dengan mudah diterima menjadi PNS.

’’PNS ini banyak orang ber­bondong-bondong, orang di Jawa berbondong-bondong mendaftar ke keluar Jawa, di daerah terpencil, saya pikir hebat juga,’’ katanya dalam siaran YouTube Pendidikan VOX Point, Senin (18/1).

Akan tetapi, selang bebera­pa tahun mengajar, mereka malah meminta bertugas kembali ke daerah asalnya masing-masing. Hal tersebut membuat minimnya guru di wilayah terluar. ’’Lima tahun kemudian mereka minta ba­lik semua dan ribuan jumlah­nya, akibatnya apa, di tempat tadi gurunya nggak ada, di Jawa kelebihan guru,’’ terang­nya.

Baca Juga  Rekatkan Hubungan PNS dan Warga

Oleh karena itu, dengan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), harapannya praktik seperti itu tidak ada lagi. Se­bab, dengan PPPK mereka memiliki kontrak dengan sekolah, jadi mereka tidak bisa kembali.

’’Jadi, mereka nggak bisa pindah, mereka bisa naik kompetensinya, mereka bisa bisa naik kelas jabatannya, tapi tidak bisa pindah dari kontraknya itu. Kalau dia kon­trak di satu sekolah, dia nggak bisa minta pindah,’’ jelas Bima.

Dengan PPPK, guru akan tetap mengajar di satu sekolah dan tidak bisa pindah. Adanya kebijakan seperti itu, maka peningkatan kualitas pendi­dikan di suatu daerah bisa terjadi secara terus-menerus, karena tidak ada guru yang meminta dimutasi.

Baca Juga  Budayakan Musyawarah Mufakat

’’Ini yang ingin kita benahi, sehingga manajemen tidak seperti ini lagi. PPPK ini lebih fleksibel. Jadi, kalau ada guru yang baik di satu tempat, maka yang paling diuntungkan adalah murid, dia akan dapat yang lebih baik, yang ada terus di sekolahnya. Guru honorer ngajar di daerah, guru PNS ke kota. Ini tidak adil,’’ tandasnya. (*/jp/rez/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *