Bogor Pede Habiskan 9.150 Dosis Vaksin 2 Pekan

by -

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor me­nargetkan program vaksinasi untuk tenaga kesehatan (nakes) akan selesai selama dua pekan. Hal itu diungkapkan menyusul program vaksinasi Covid-19 Sinovac di Kota Bogor sudah dimulai di Puskesmas Tanahsareal, Kecamatan Tanahsareal, sejak kemarin.

“Khusus Kota Bogor, dari 9.150 dosis yang diberikan untuk nakes rencananya sele­sai dalam dua bulan. Tapi kami ingin mempercepat dalam dua minggu, dan kami sebut itu dua pekan vaksinasi Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr Sri Nowo Retno. Untuk mempercepat proses vaksinasi terhadap nakes, Retno menerangkan bahwa sebanyak 59 fasilitas keseha­tan yang terdiri dari 24 pus­kesmas, 21 rumah sakit, sem­bilan puskesmas pembantu dan delapan klinik.

Di sisi lain, jelas Retno, tu­juan dilakukannya vaksinasi untuk membentuk kekebalan, menurunkan angka kesakitan dan kematian, serta melin­dungi dan memperkuat sistem tubuh. “Jadi vaksinasi ini membentuk kekebalan, men­urunkan angka kesakitan dan kematian. Melindungi dan memperkuat sistem tubuh,” kata Retno.

Meski vaksinasi sudah mu­lai diberikan, Retno menekan­kan perlu diiringi penerapan 3M. “Untuk implementasi perlu dukungan berbagai pi­hak agar pelaksanaan ini bisa berjalan lancar dan tepat sa­saran. Terutama edukasi ke­pada publik untuk mening­katkan respons masyarakat,” ujar Retno.

Baca Juga  Dampak Rel Ganda Bogor-Sukabumi, Wacanakan Bangun Fly Over di Kawasan Stasiun Batutulis

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menuturkan bahwa pemberian vaksin merupakan ikhtiar bersama untuk memenangkan pepe­rangan melawan pandemi Covid-19.

“Pemberian vaksin ini ada­lah ikhtiar kita untuk meme­nangkan melawan pandemi. Di atas kertas semua syarat telah terpenuhi, kita melaku­kan yang terbaik dan sisanya kita serahkan kepada Allah SWT,” kata Bima.

Ia juga berterima kasih ke­pada sepuluh pejabat yang mau mengikuti proses vaksi­nasi tahap pertama ini. “Saya berterima kasih kepada unsur forkopimda karena mau men­jadi garda terdepan untuk menerima vaksin,” ujarnya.

Dari daftar nama yang diri­lis Dinkes Kota Bogor, sepuluh pejabat yang menerima vak­sin di antaranya Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim, Kodim 0606 Kota Bogor Kol Inf Robby Bulan, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Su­satyo Purnomo Condro, Ke­pala Kejaksaan Negeri Kota Bogor Herry Hermanus Horo, Ketua PN Kota Bogor Nenny Yuliani.

Baca Juga  Sindikat Curanmor di Bogor Ditangkap, Seminggu Bisa 5 Motor Dibawa Kabur, Sudah 3 Tahun Beroperasi

Komandan Denpom III/I-SLW Letkol CPM Sutrisno, Komandan Korem 061/Surya Kancana Brigjen TNI Achmad Fauzi, Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno, Di­rektur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor Ilham Chaidir, dan Sekretaris Ko­misi Kajian dan Penelitian MUI Kota Bogor H Edi Khol­ki Zaelani.

Di sisi lain, program vaksi­nasi ternyata tidak hanya diberikan kepada sepuluh pejabat yang ada di Kota Bo­gor. Nyatanya, RSUD Kota Bogor sudah melaksanakan program ini kepada sejumlah nakes yang ada di jajarannya.

Kepala Bidang Medik RSUD Kota Bogor dr Sari Chandra­wati menjelaskan, pelaks­anaan vaksinasi di RSUD akan dilakukan tiga kali dalam seminggu. Yakni Selasa, Rabu, dan Kamis, dengan kuota 40 orang per hari yang terbagi dalam dua sesi.

Sesi pertama dilakukan pu­kul 08:00 hingga 10:00 WIB dan sesi kedua pukul 10:00 hingga 12:00 WIB. “Hari ini (kemarin, red) kita melaks­anakan vaksinasi dengan kuota 40 nakes. Tapi sampai pukul 12:00 WIB belum semua nakes yang mendaftar ulang itu hadir,” katanya.

Baca Juga  PUNCAK SURGANYA MOTOR BODONG

Secara umum, total keseluru­han karyawan di RSUD Kota Bogor sebanyak 1.032 orang. Dengan rincian 600 orang lebih nakes dan sisanya SDM pendukung.

“Mereka yang divaksin orang-orang yang sudah melakukan registrasi ulang. Pemerintah sudah menyediakan vaksin untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kita harus sambut baik agar nakes yang menjadi sasaran utama cepat mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Sementara itu, Bima Arya saat mengunjungi RSUD Kota Bogor mengaku keda­tangannya tak lain untuk me­mastikan penerima vaksin betul-betul para nakes seba­gai garda terdepan memerangi Covid-19.

“Saya ingin melihat langsung proses vaksinasi kepada nakes.. Saya pastikan yang menerima vaksinasi ini betul-betul ada di garda terdepan,” kata Bima Arya saat ditemui di lokasi pada Kamis (14/1).

Ia berharap proses vaksi­nasi terhadap nakes ini cepat selesai dilaksanakan. Bahkan, ia menargetkan proses vaksi­nasi bisa lebih cepat dari satu bulan. “Mudah-mudahan vaksinasi ini bisa dipercepat, tidak sampai satu bulan supaya proses nakes ini bisa selesai lebih cepat,” tandasnya. (dil/c/ ryn/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.