Gemetar, Tenang setelah Menyuntik Jokowi

by -

Lebih Dekat dengan Dokter Penyuntik Vaksin Orang Nomor Satu di Indonesia

Ada yang menarik saat Presiden Joko Widodo menjalani prosesi vaksinasi Covid-19 pertama di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Publik sempat dibuat heboh dengan momen gemetar tangan vaksinator saat menyuntikkan vaksin Covid-19 ke lengan presiden.

UNTUK diketahui, Wakil Dokter Kepresidenan dr Abdul Muthalib menjadi orang yang menyunt­ikkan vaksin Covid-19 untuk Presiden Joko Wi­dodo. Ia mengaku sempat deg-degan sebelum menyuntikkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac ke tubuh orang nomor satu di republik ini.”Menyuntik orang pertama di Indonesia tentunya ada rasa gugup,” kata Abdul Muthalib usai penyuntikan. ­

Namun, saat memulai peny­untikan, ia merasa tenang kembali dan dapat mengen­dalikan rasa gugup yang me­landa sebelumnya. Penyun­tikan vaksin Covid-19 untuk Presiden Jokowi berjalan lancar dan tanpa rasa sakit.

Bahkan, Abdul Muthalib menyebut tak ada pendarahan di bekas suntikan Presiden Jokowi. ”Pada waktu meny­untikkannya tidak masalah. Tidak gemetaran lagi waktu menyuntikkannya. Pertama­nya saja agak gemetaran,” kata Abdul Muthalib.

Baca Juga  Ngeri! Mesin Pemotong Ayam Tewaskan Pekerja

”Semua berjalan baik dan lancar, nggak ada masalah. Bahkan tidak ada pendarahan sama sekali di bekas suntikan­nya. Sekarang masih menung­gu 30 menit ke depan,” ujar Abdul Muthalib.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowime­nyadari Wakil Ketua Dokter Kepresidenan dr Abdul Mutha­lib gemetar saat menyuntikan vaksin Covid-19. Ia berpan­dangan karena ini vaksinper­tama kali. ”Ya, ada sedikit rasa takut karena saya juga melihat kan, beliau agak, Prof Abdul Muthalib agak gemetar sedikit. Jadi mungkin ini ka­rena juga vaksin pertama kali dan mungkin juga yang disuntik presiden,” kata Joko­wimelalui YouTube Sekreta­riat Presiden, Rabu (13/1).

Menurutnya wajar. Pasalnya, proses ini disiarkan langsung oleh media massa dan disak­sikan masyarakat Indonesia. ”Jadi mungkin beliau Prof dr Abdul Muthalib mungkin se­dikit agak gemetar. Saya lihat memang, saya lihat,” ungkap­nya.

Baca Juga  Jokowi Hadiri Peringatan Hari Pers Nasional

Meski demikian, ia menilai dr Abdul Muthalib adalah dokter yang andal dan ber­pengalaman. ”Tapi beliau ini kan dokter yang sudah sangat berpengalaman dan andal. Jadi waktu disuntik tidak te­rasa sakit sama sekali,” ucap­nya.

Di sisi lain, Jokowi mengaku mengalami pegal setelah be­berapa jam disuntik vaksin Covid-19. Meski demikian, kepala negara tidak merasa­kan apa-apa saat disuntik. ”Ndak apa-apa waktu suntik ya. Tapi setelah dua jam agak pegal dikit. Agak pegal dikit,” kata Jokowi.

Jokowi kemudian berpesan kepada seluruh elemen ma­syarakat agar bersedia untuk divaksinasi. Vaksinasi, jelas Jokowi, merupakan bagian dari upaya pemerintah me­lawan pandemi.

”Mengenai waktunya kapan, ini kan semuanya harus ber­sabar. Karena kan diatur se­cara bertahap, dilakukan secara bertahap. Tapi yang pasti vaksin ini gratis,” katanya. ”Dan ingat, walaupun sudah divaksin nantinya kita tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Yang paling penting itu,” tandasnya.(kom/lip/cnb/ rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *