Imbas PPKM, Pengunjung Mal di Bogor Anjlok

by -
Pengunjung melintas di Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor, Rabu (13/01/2021). Suasana yang terlihat sepi di masa Pembelakuan pembatasan kegiatan masyatakat (PPKM) di wilayah kabupaten Bogor. Foto : Varel /Metropolitan magang

METROPOLITAN –Sejak diberla­kukannya Pembatasan Sosial Ber­skala Besar (PSBB) Jawa-Bali atau Pemberlakuan Pembatasan Kegia­tan Masyarakat (PPKM), sejumlah mal di Kabupaten Bogor mengalami penurunan kunjungan.

Public and Media Relation Cibinong City Mall (CCM), Farah Bastian Tro­pera, mengatakan, sejak diberlaku­kannya PPKM, jumlah pengunjung mal menga­lami penurunan hingga 20 persen. Hal tersebut dini­lai lantaran imbas dari kebi­jakan jam operasional yang mengharuskan pihaknya hanya beroperasi hingga pu­kul 19:00 WIB sejak PPKM diberlakukan Pemkab Bogor, Senin (11/1).

”Selama pandemi Covid-19 jumlah kunjungan kami men­capai 17 sampai 20 ribu per hari. Tapi saat pembatasan jam operasional hingga pukul 19:00 WIB, jumlah kunjungan mengalami penurunan 15 sampai 20 persen,” katanya saat dihubungi Metropolitan, Rabu (13/1).

Penurunan jumlah pengun­jung tersebut diperparah dengan kondisi mal. Sebab, mayoritas tenan yang ada di CCM merupakan kafe dan resto, di mana saat ini kebi­jakan pemerintah hanya mem­bolehkan resto dan kafe me­nerima tamu tak lebih dari 25 persen.

Ia juga memprediksi jika penurunan pengunjung di masa PPKM ini bakal lebih parah ketimbang periode Natal dan libur tahun baru, beberapa waktu lalu. ”Penu­runan mulai terasa akhir pekan kemarin. Ada kemun­gkinan penurunan kunjung­an bakal lebih dari libur tahun baru dan Natal. Sebab, ka­pasitas resto dan kafe mak­simal hanya 25 persen dan kebetulan di CCM banyak tenan kafe dan resto,”ujarnya.

Baca Juga  Kantor Mumpuni, Kelurahan Muarasari Genjot Pelayanan

Meski begitu, pihaknya mengaku tak bisa berbuat banyak dan akan tetap patuh serta mendukung kebijakan pemerintah untuk memutus potensi mata rantai penyeba­ran Covid-19.

”CCM selalu berusaha men­dukung upaya pemerintah dalam menangani pandemi, meski dampaknya trafik dan pendapatan menurun. Sejauh ini tenan kami bersedia me­matuhi aturan yang berlaku dari pemerintah soal pemba­tasan ini,” tuturnya.

Di tempat lain, sebanyak 83 check poin didirikan Polres Bogor bersama jajaran polsek di seluruh wilayah di Kabu­paten Bogor. Pendirian 83 check poin tersebut dilakukan untuk memastikan masyara­kat tetap mematuhi peraturan pemerintah soal pemberla­kuan Pembatasan Sosial Ber­skala Besar (PSBB) Jawa-Bali atau Pemberlakuan Pem­batasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kapolres Bogor, AKBP Harun, mengatakan, 83 check poin tersebut didirikan pihaknya sejak Senin (11/1) di 40 keca­matan di Kabupaten Bogor. ”Jadi, check poin ini kami dirikan di 40 kecamatan. Rata-rata setiap kecamatan ada dua sampai tiga check point yang didirikan polsek di sejumlah titik yang dinilai rawan pelanggaran protokol kesehatan,” katanya.

Baca Juga  Boleh Buka, Pusat Perbelanjaan Jangan Naikkan Harga

Pengawasan di check point tersebut dilakukan hingga berakhirnya PPKM pada Se­nin (25/1). Meski begitu, penjagaan kemungkinan bakal terus dilakukan jika memang ada instruksi dari pemerintah daerah maupun pusat.

”Tapi kalau ada keputusan untuk memperpanjang, kami akan perpanjang sesuai ke­bijakan pemerintah nanti. Tapi saat ini kami fokus pada pengawasan PPKM dulu,” ucapnya.

Disinggung soal penutupan kawasan Puncak, pihaknya belum bisa memastikan apa­kah Puncak bakal kembali ditutup seperti libur tahun baru kemarin atau tidak. Se­bab, pihaknya mesti berkomu­nikasi terlebih dulu dengan Satgas Covid-19 bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabu­paten Bogor.

”Sebab, sejauh ini lokasi wisata di Puncak masih sepi. Tapi kalau akhir pekan nanti bakal ramai, tidak menutup kemungkinan akan kami tutup,” tukasnya. (ogi/b/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *