Jembatan Leuwiranji Rusak, Tanggung Jawab Siapa?

by -

METROPOLITAN – Kerusa­kan Jembatan Leuwiranji yang menjadi penghubung Keca­matan Gunungsindur dengan Kecamatan Rumpin hingga kini belum ada penanganan. Wewenang siapa yang bertang­gung jawab memperbaiki ter­kesan saling lempar dua Unit Pelayanan Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

Untuk diketahui, kondisi jembatan dengan lebar 6 me­ter dan panjang 115 meter itu sudah mulai rusak. Aspal dan besinya sudah mengelupas. Bahkan kondisinya sudah mu­lai goyang ketika dilalui truk tambang hingga mengkhawa­tirkan pengendara.

Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah Leuwiliang, Zaitun Nur Azizah, menyebut Jembatan Leuwi­ranji yang berada di Desa Su­kamulya, Kecamatan Rumpin itu, masuk wilayah UPT Parung. ”Untuk Jembatan Leuwiranji masuk wilayah UPT Parung. Kepada Bapak Candra, silakan untuk koordinasi,” kata Zaitun kepada Metropolitan.

Saat dikonfirmasi, Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah Parung, Candra Trikaya, mengklaim bahwa Jembatan Leuwiranji masuk wilayah Leuwiliang. ”Masuk Leuwiliang,” singkat Candra.

Baca Juga  Eratkan Persaudaraan, FDL Gelar Wisata ke Pulau Liwungan

Aksi saling lempar tersebut pun ditanggapi Ketua Ali­ansi Gerakan Jalur Tambang (AGJT) Zunaedi Adiputra. Ia menyebut Jembatan Leuwi­ranji masih tanggung jawab UPT Jalan dan wilayah Leu­wiliang. ”Tidak bisa mereka saling lempar tanggung jawab. Kondisi Jembatan Lewiranji sudah rusak parah dan mem­bahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Selama ini, sambungnya, banyak penyangga dan baut terlepas karena beban muat truk tambang yang kerap melintas di Jembatan Leuwi­ranji.

”Saya khawatir bila jembatan rusak menimbulkan korban jiwa. Jangan sampai ada kor­ban,” tegas Junaedi. (mul/c/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *