Kadisdik Kota Bogor Jadi Saksi Kasus Korupsi Dana BOS

by -
Suasana sidang kasus dugaan korupsi dana BOS di Kota Bogor, yang menghadirkan saksi dari Dinas Pendidikan Kota Bogor, di PN Tipikor, Bandung, Senin (18/1). (Foto:ist)

METROPOLITAN.id – Sidang perkara kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Dasar (SD) se-Kota Bogor kembali digelar Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor), Bandung, Senin (18/1).

Dalam sidang tersebut, jaksa menghadirkan saksi-saksi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor hingga Komite Sekolah. Untuk mendalami dugaan korupsi yang dilakukan para tersangka pada tahun 2016, 2017 dan 2018, yang ditengarai menimbulkan kerugian negara sebesar Rp17,1 miliar itu.

Saksi-saksi yang dihadirkan diantaranya Kepala Disdik, Fahrudin, Kepala Bidang SD Maman Suherman, Kepala Bidang SMP Arni Suhaeni, Kepala Seksi Sarana Prasarana Jajang Koswara.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor Cakra Yudha mengatakan, dalam persidangan itu semua saksi mengutarakan keterangan yang sama dengan saat pemeriksaan. Namun, pada sidang itu juga salah satu saksi, yakni kepala bidang SD Disdik Kota Bogor Maman Suherman, mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari penyidik.

Baca Juga  6 SDN Kota Bogor Ikuti Lomba Tata Kelola Dana BOS

Alasannya, saat diperiksa penyidik, ia mengakui dalam kondisi terburu-buru lantaran tengah ditunggu anaknya untuk pergi mengecek kesehatan yang bersangkutan.

“Alasan pencabutan BAP karena pak Maman saat diperiksa sedang dalam kondisi terburu-buru lantaran ditunggu anaknya, untuk mengecek kesehatan jantungnya ke dokter,” katanya kepada awak media,Selasa (19/1).

Keterangan dalam BAP yang dicabut, sambung dia, yakni soal pengakuannya menerima uang sebesar Rp105 juta dari K3S. Meski begitu, kata Cakra, hal itu tidak berdampak langsung pada jalannya persidangan. Namun menjadi penilaian tersendiri bagi majelis hakim dan jaksa.

“Secara umum pencabutan BAP tak terlalu berdampak langsung, tapi jadi penilaian tersendiri bagi hakim dan jaksa. Kan intinya dalam BAP itu yang bersangkutan mengetahui adanya kasus korupsi yang sudah menyeret tujuh orang menjadi terdakwa itu,” tukasnya.

Baca Juga  NADINE CHANDRA IKUT TERSERET KASUS AA GATOT

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Fahrudin membenarkan ia bersama jajarannya mendatangi PN Tipikor Bandung sebagai saksi kasus rasuah dana BOS di Kota Bogor itu.

“Betul. (Yang dipanggil sebagai saksi ke sidang di PN Tipikor Bandung yakni kadis (kepala dinas), dua orang kabid (kepala bidang), satu orang kasi (kepala seksi) dan tiga orang ketua Komite Sekolah,” singkatnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *