Kantor Disterilisasi, Dirut dan Pegawai Tirta Pakuan Terpapar Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

by -
Kantor Perumda Tirta Pakuan tutup sementara karena ada pegawai yang terpapar Covid-19. (Foto:Dok Perumda Tirta Pakuan)

METROPOLITAN.id – Setelah Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan beserta belasan pegawai lain dinyatakan terpapar Covid-19, loket pembayaran dan pelayanan pelanggan di kantor pusat, Jalan Siliwangi, Sukasari Kota Bogor resmi ditutup sementara selama tiga hari. Per hari ini (18/1) hingga Rabu (20/1) mendatang.

Penutupan sementara dilakukan untuk sterilisasi seluruh area kantor untuk memutus penyebaran Covid-19 di Tirta Pakuan. Penghentian kegiatan perkantoran juga berlaku untuk seluruh pegawai, kecuali petugas bagian operasional. Hal itu disampaikan Direktur Umum Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rivelino Rizky melalui Manager Humas dan Pelayanan Pelanggan Sonny Hendarwan.

Ia menceritakan, awalnya pada Januari 2021 ada tiga orang pegawai Tirta Pakuan yang melaporkan diri terpapar Covid-19. Sesuai arahan dokter, ketiganya harus dirawat karena bergejala.

“Tapi Alhamdulillah seluruhnya sudah pulih, minggu ini mereka sudah bisa masuk kerja lagi,” kata Sonny, Senin (18/1).

Adanya kasus tersebut, manajemen bergerak cepat dengan melakukan tes rapid antigen massal kepada seluruh pegawai pada 7-8 Januari lalu. Hasilnya, 10 orang pegawai dinyatakan positif Covid-19, yang diperkuat pada Hasil tes swab PCR.

Baca Juga  Siap Beraksi Kembali, PSB Bakal Luncurkan Maskot Baru

“Mereka menjalani isolasi mandiri atas permintaan sendiri karena tidak bergejala. Manajemen sudah sediakan khusus untuk isolasi mandiri, dirawat di RS atau dirawat di BNN Lido,” ujarnya.

Tak hanya itu, sepuluh pegawai yang terpapar itu akan kembali menjalani swab PCR pada Kamis (21/1) nanti. Kemudian, Dirut Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan juga positif sesuai Rapid Test Antigen pada Sabtu (16/1). Hasil tes swab PCR-nya positif dan kini dia menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Jadi total pegawai dan direksi ada 14 orang yang terpapar. Tapi yang tiga orang positif di awal sudah sembuh dan sebetulnya sudah bisa masuk kerja minggu ini. Namun tetap kami berlakukan WFH (Work from Home, red) untuk tiga hari ke depan karena seluruh ruangan kami clean up. Harus bersih dari virus,” tegas Sonny.

Baca Juga  PAD Minim, Bapenda Rekrut Agen Pajak

Kendati seluruh kantor dikosongkan karena seluruh pegawai menjalani WFH selama tiga hari, ia memastikan kegiatan operasional pelayanan pelanggan tetap berjalan. Seperti operator di Departemen Produksi dan Departemen Perawatan tetap berjalan karena berada di luar area kantor pusat.

Petugas Sub Departemen Pengaliran dan Jaringan dialihkan ke kantor pelayanan Jalan Pandu, serta Sub Departemen Segel Meter dan Penyambungan di kantor pelayanan kantor pelayanan Rancamaya. Sedangkan petugas Sub Departemen NRW & Penanggulangan Kebocoran tetap di Jalan Siliwangi dengan sistem kerja yang telah disepakti.

Begitu pula bagian pelayanan dan loket pembayaran. Managemen menyebar petugas di kantor pelayanan Jalan Pandu, Rancamaya, Bogor Lake Side serta MPP Kota Bogor. Sonny menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan karena penutupan sementara ini. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak bosan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan 5 M.

Baca Juga  Kota Bogor Tunjuk Hotel Bogor Valley Jadi Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19?

“Jadi meski kantor pusat ditutup sementara, pelayanan masih tetap berjalan. Pelanggan masih dapat membayar atau menyampaikan komplain di kantor-kantor pelayanan itu. Bisa juga membayar tagihan melalui ATM, mobile banking pada bank-bank yang telah bekerjasama dengan Tirta Pakuan, di kantor pos, aplikasi e-commerce dan PPOB terdekat. Sedangkan untuk keluhan, bisa juga melalui Call Center 24 jam di nomor 0251-8324111 dan WA 08111182123,” tuntasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *