Kasus Ketua Demokrat Bogor Vs Anggota, Jabar Turun Tangan

by -

METROPOLITAN.id – Perseteruan antara kader Partai Demokrat Ryan Syarief versus Ketua DPC Demokrat Kota Bogor, Dodi Setiawan terus berlanjut. Namun kali ini, DPW Demokrat Jawa Barat (Jabar) bakal turun tangan menengahi persoalan kedua kader partai berlambang mercy tersebut.

Hal itu dibenarkan Wakil Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya.

“Rencananya demikian,” kata Asep Wahyu kepada Metropolitan, Kamis (14/1).

Menurutnya, sejauh ini Demokrat Kota Bogor baru mengirimkan surat klarifkasi dan menyampaikannya via telepon sebagai klarifikasi atas tembusan surat yang diterima dari kuasa hukum Ryan Syarief.

Asep Wahyu menyebut persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan melalui mekanisme internal partai.

“Dalam rangka menjaga soliditas kader, tentu saya berharap semuanya bisa diselesaikan secara kekeluargaan melalui mekanisme internal partai,” kata lelaki yang juga ketua Fraksi Demokrat DPRD Jabar.

“Tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan dengan musyawarah. Kalau urusan sengketa jabatan kan bisa dibicarakan, maunya bagaimana dan harus dimana,” sambung Asep Wahyu

Baca Juga  SBY Seret Pengacara Setnov ke Polisi

Soal rencana pelaporan ke aparat kepolisian, legislator asal Kabupaten Bogor ini mengaku belum mengetahui secara detail persoalan yang terjadi di DPC Demokrat Kota Bogor. Pihaknya lebih memilih berkoordinasi terlebih dahulu dengan Ketua Partai Demokrat Jabar.

“Saya belum tahu detailnya, nanti saya akan kordinasikan dengan Ketua DPD PD Jabar, barangkali kita bisa mengambil inisiatif untuk memoderasi friksinya,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPC Demokrat Kota Bogor Dodi Setiawan melalui kuasa hukumnya, Dwi Arsywendo menjawab surat somasi kedua yang dilayangkan Ryan Syarief.

Surat somasi ini berisi adanya dugaan pemalsuan SK Kepengurusan DPC Demokrat periode 2018 hingga 2023.

“Iya betul ketua DPC Demokrat sudah mengirimkan jawaban somasi kepada Ryan melalui kuasa hukumnya yaitu Jajang Furkon,” kata Dwi Arsywendo.

Baca Juga  Wah, Raffi Ahmad Ditantang Foto Bareng Dengan Ibu Nagita Slavina

Menurutnya, isi jawaban dari surat somasi lebih kepada menjelaskan bahwa permasalahan yang ditulis dalam somasi saudara Ryan tidak benar dan tidak ada pemalsuan SK.

“Pada dasarnya ga ada pemalsuan surat (SK), dan itu merupakan human eror aja, karena staff DPC waktu itu salah memasukan lampiran SK nya. Lampiran yang dimasukan itu merupakan masih SK Ketua Formatur. Nama Ryan Syarief pun tidak ada karena saudara Ryan menyatakan pengunduran diri kepada staff DPC tersebut,” ucapnya.

Soal rencana pihak Ryan Syarief akan melaporkan persoalan ini ke ranah hukum, Dwi mempersilakan. Pihaknya akan kooperatif jika memang ada laporan ke pihak kepolisian.

“Yah silahkan saja itu mah hak dari saudara Ryan, kami pun akan kooperatif kalo memang ada laporan polisi,” imbuh Dwi.

“Yang pasti, kita juga akan melaporkan saudara Ryan terkait penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik ketua DPC yang dilakukan oleh saudara Ryan kepada ketua DPC di dalam grup Whatsapp DPC Demokrat Kota Bogor. Dan kita sudah ada bukti-buktinya semua,” ungkapnya.

Baca Juga  Pidato Megawati Ditujukan untuk SBY?

“Selain kepada pihak kepolisian kita juga akan melaporkan atas tindakan dia (Ryan) tersebut ke mahkamah partai Demokrat,” sambung Dwk.

Menanggapi itu, kuasa hukum Ryan Syarief, Jajang Furkon mempersilakan Ketua DPC Demokrat Kota Bogor Dodi Setiawan untuk melaporkan persoalan ini. Karena, itu merupakan hak setiap orang dalam membela kepentingan hukum masing-masing.

“Ga terlalu penting menanggapi jawaban somasi dan somasi balik dari pihak Pak Dodi, karena kita sudah melayangkan somasi 2 dan terakhir. Tinggal kita diadu aja di pengadilan nanti. Kami membuka LP dugaan pemalsuan, kalau pun ada kontra lapor itu hak nya mereka,” tandasnya. (rez/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *