Kebijakan Tutup Total Direvisi, Jalan Sudirman Kota Bogor bakal Berlakukan Buka Tutup Jalan

by -94 views
Situasi Jalan Sudirman Kota Bogor saat penerapan penutupan jalan beberapa waktu lalu. (Foto:Fadil/Metropolitan)

METROPOLITAN.idDengan dalih membatasi potensi penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menutup Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor yang seringkali menjadi pusat kerumunan warga. Penutupan dilakukan pada pukul 19:00 WIB hingga 05:00 WIB, sejak Selasa (12/1) lalu.

Sempat berpolemik lantaran pada hari pertama hanya ditutup beberapa jam saja sebelum kembali dibuka, aturan tersebut kini berubah lagi.

Aturan penutupan total di Jalan Jenderal Sudirman kini direvisi dengan kebijakan buka tutup jalan pada pukul 19:00 WIB hingga 05:00 WIB. Situasional melihat kondisi kerumunan di salah satu jalan protokol Kota Bogor itu. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Eko Prabowo.

Baca Juga  28 SD Di Kota Hujan Diguyur CSR BJB

Alasannya, setelah dilakukan evaluasi satu minggu penerapan kebijakan itu, situasi di Jalan Jenderal Sudirman cenderung kondusif dan tidak terjadi kerumunan.

“Ini sesuai arahan pak wali kota, pak kapolresta dan pak dandim, kebijakan penutupan ruas Jalan Sudirman sudah berjalan kurang lebih tujuh hari. Untuk itu ada evaluasi. Hasil evalusinya, selama dilakukan kebijakan itu (diberlakukan), sikon kondusif kerumunan tidak ada,” katanya, Rabu (20/1).

Kebijakan penutupan total pada malam hari pun diganti dengan penutupan situasional. Apabila muncul kerumunan, tim petugas akan mobile dan turun untuk menutup ruas jalan. Di dalamnya pun akan turun tim pemburu pelanggar protokol kesehatan (prokes) menyisir kerumunan.

“Kalau sikon jalan sudah kondusif dan tidak ada kerumunan, ruas jalan akan dibuka kembali. Dan ini berlaku tidak hanya Jalan Sudirman saja. Melainkan jalan lainnya di Kota Bogor, jika memang ada kerumunan,” tukasnya.

Baca Juga  Rombongan Moge Bebas Ganjil Genap di Bogor, Lolos Rapid Antigen di Puncak

“Tentunya sebelum melakukan tindakan, dilakukan monev (monitoring evaluasi, red) tentang jalan tersebut. Semua kegiatannya dibawah kendali jajaran raya, dalam hal ini Satlantas, Dishub bagian tim crowd free road siap dukung dengan kekuatan personil dan sarana yang ada,” tegas Danjen, sapaan akrabnya.

Ia juga meminta masyarakat aktif dan segera melapor ke Pemkot Bogor jika melihat situasi jalan atau wilayah saat terjadi kerumunan serta rawan penyebaran Covid-19. Untuk kekuatan personel, Dishub menurunkan 35 orang

“Kebijakan sesuai yang diputuskan pemerintah pusat tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPK) pada 11 sampai 25 Januari 2021,” tuntasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *