Ketua DPC Demokrat Kota Bogor Ancam Lapor Balik Ryan Syarief

by -
DWI ARSYWENDO Kuasa Hukum DPC Demokrat

METROPOLITAN – Ketua DPC Demokrat Kota Bogor, Dodi Setiawan, melalui kuasa hukumnya, Dwi Ar­sywendo, menjawab surat somasi kedua yang dilayangkan Ryan Syarief.

Surat somasi tersebut berisi tentang adanya dugaan pemalsuan SK Kepengurusan DPC Demokrat periode 2018 sampai 2023. “Iya betul ketua DPC Demokrat sudah mengirimkan ja­waban somasi kepada Ryan melalui kuasa hukumnya yaitu Jajang Furkon,” kata Dwi Arsywendo.­

Menurutnya, isi jawaban dari surat somasi lebih ke­pada bahwa permasalahan yang ditulis dalam somasi saudara Ryan itu tidak benar dan tidak ada pemalsuan SK. “Pada dasarnya nggak ada pemalsuan SK. Itu merupakan human error, karena staf DPC waktu itu salah memasukkan lampiran SK-nya. Lampiran yang dimasukkan itu meru­pakan masih SK Ketua For­matur. Nama Ryan Syarief pun tidak ada karena saudara Ryan menyatakan pengun­duran diri kepada staf DPC tersebut,” ujarnya.

Soal rencana pihak Ryan Syarief akan melaporkan per­soalan ini ke ranah hukum, Dwi mempersilakan. Sebab, pihaknya akan kooperatif jika ada laporan ke pihak kepoli­sian. “Ya silakan, itu hak dari saudara Ryan. Kami akan kooperatif kalau memang ada laporan polisi,” imbuhnya.

“Yang pasti, kita juga akan melaporkan saudara Ryan terkait penyebaran berita bo­hong dan pencemaran nama baik ketua DPC yang dilaku­kan saudara Ryan kepada ketua DPC di dalam grup Whatsapp DPC Demokrat Kota Bogor. Dan kita sudah ada bukti-buktinya semua,” bebernya. “Selain kepada ke­polisian, kita juga akan mela­porkan atas tindakan dia (Ryan) tersebut ke mahkamah partai Demokrat,” ujar Dwi.

Baca Juga  Mahasiswa Ancam Demo Besar-besaran

Menanggapi hal itu, kuasa hukum Ryan Syarief, Jajang Furkon, mempersilakan Ketua DPC Demokrat Kota Bogor, Dodi Setiawan, untuk mela­porkan persoalan ini. Sebab, itu merupakan hak setiap orang dalam membela kepentingan hukum masing-masing.

“Nggak terlalu penting me­nanggapi jawaban somasi dan somasi balik dari pihak Pak Dodi, karena kita sudah me­layangkan somasi kedua dan terakhir. Tinggal kita diadu saja di pengadilan nanti. Kami membuka LP dugaan pemalsuan, kalaupun ada kontra lapor itu haknya me­reka,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, konflik antara Ryan Syarief yang diwakili JP Wiranta dengan Ketua DPC Demokrat Dodi Setiawan berlanjut dengan dilayangkannya surat somasi kedua oleh kuasa hu­kum dari JP Wiranta, Jajang Furqon.

Baca Juga  Sambut Siswa Baru, Ingin Kesan Baik Sejak Awal

Ia menilai dilayangkannya surat somasi kedua ini meru­pakan batas terakhir dari pi­haknya kepada ketua DPC Demokrat agar mempertang­gungjawabkan adanya du­gaan pemalsuan SK Kepen­gurusan DPC Demokrat pe­riode 2018 sampai 2023.

”Somasi kedua sudah dilay­angkan dan tembusan sampai ke DPP Demokrat. Karena ini kan menyangkut adanya du­gaan membatik lampiran SK tanpa sepengetahuan DPP,” kata Jajang kepada Metropo­litan, Selasa (5/1).

Jajang mengungkapkan, pada 10 Januari pihaknya akan membuat laporan polisi ter­kait dugaan pemalsuan tanda tangan di SK Kepengurusan DPC Demokrat. ”Kita mau adukan dugaan pemalsuan 263 KUHP dan junto pasal 55, karena diduga tidak mungkin dilakukan sendirian, tapi ada orang yang ikut berperan,” ujarnya.

Meski nantinya pihaknya memaafkan ketua DPC De­mokrat Dodi Setiawan atas tindakan yang sudah dilaku­kannya, Jajang mengungkap­kan jika proses hukum akan terus berjalan. Hal itu agar Dodi mempertanggungjawab­kan kesalahan yang sudah dilakukannya dengan men­coret nama kliennya dari daftar kepengurusan DPC Demokrat Kota Bogor.

Baca Juga  Kamu Itu Islam Apa?

”Klien saya secara hukum dirugikan kehormatan, harga diri dan imaterilnya. Dengan dipalsukan itu nama dia jadi nggak ada, padahal di SK DPP nama dia ada. Jadi intinya tetap pingin memproses komuni­kasi dan sebagainya. Walau nanti dimaafkan klien saya, proses tetap berjalan,” tegas Jajang. Perihal adanya isu yang mengatakan kalau pihaknya sudah mengundurkan diri dari DPC Demokrat, Jajang menilai isu tersebut mengada-ada. Sebab yang namanya pengunduran diri harus dila­kukan secara formil, yaitu melalui surat yang ditujukan kepada DPP, bukan sekedar pengunduran diri kepada staf di DPC Demokrat Kota Bogor.

”Secara lisan maupun ter­tulis, klien saya tidak pernah mengundurkan diri. Ini kan alasannya Pak Dodi mengun­durkan diri melalui staf DPC. Memangnya staf DPC punya wewenang apa. Sudah bilang lisan, lewat staf pula, itu mengada-ada,” terangnya. (rez/ryn/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *