Kota Bogor PSBB Lagi, Bima Arya : Mal Sampai Jam 7 Malam, Rumah Makan dan Resto Cuma Boleh 25 Persen dari Kapasitas

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya. (FOTO : Dokumentasi Prokompim Kota Bogor)

METROPOLITAN.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya merespon keputusan pemerintah pusat melakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa-Bali pada 11-25 Januari 2021. Tak terkecuali di Kota Bogor.

Bima Arya mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyambut baik keputusan pemerintah pusat karena harus ada langkah-langkah yang terkoordinasi secara wilayah guna menekan laju penularan Covid-19.

“Kita merespon dengan sangat positif. Di Bogor sendiri kita sudah jalan dengan kebijakan-kebijakan itu, tapi sempat kita evaluasi terkait dengan jam operasional,” katanya di kediamannya, Rabu (6/1/2021).

Menurutnya, ada beberapa hal yang baru mengenai penerapan pengetatan pembatasan. Pertama, jam operasional mal sampai pukul 19:00 WIB. Kedua, pembatasan di rumah makan dan restoran menjadi 25 persen.

Baca Juga  Kota Bogor Finalis Earth Hour City Challenge

“Ini artinya lebih sedikit dari sebelumnya yang boleh 50 persen,” ujarnya.

Ketiga, Work From Home atau WFH dengan tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat. Ia menambahkan bahwa di Kota Bogor tidak ada perubahan. Sebab, semua sudah sama dengan kebijakan pemerintah pusat. Hanya saja ada tiga hal yang akan dipedomani lebih lanjut.

“Yaitu tentang WFH, jam operasional mal dan pembatasan rumah makan dan restoran,” jelas Bima Arya.

Ia berharap pesan ini sampai ke masyarakat. Sebab lonjakan kasus Covid-19 masih tinggi dan situasi masih belum terkendali. Bahkan, keterisian rumah sakit penuh.

“Jadi masyarakat harus selalu waspada, bahkan semakin waspada, semakin siaga,” tegasnya.

Baca Juga  Jalur LRT Jabodebek Selesai 2021

Sementara terkait kesiapan rumah sakit darurat Covid-19 dan vaksinasi di Kota Bogor, ia menyatakan akan segera dilaksanakan.

“Insya Allah tanggal 18 Januari paling lambat rumah sakit darurat ini siap untuk digunakan. Vaksin tanggal 14 Januari kick off di Kota Bogor, akan difokuskan dulu kepada 60 ribu warga Bogor atau 10 persen dari target penerima di usia produktif,” pungkasnya. (*/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.