Kota Bogor Resmikan RS Lapangan, RK Wanti-wanti Soal Ini

by -94 views
Kota Bogor saat meresmikan RS Lapangan untuk pasien Covid-19, Senin (18/1). (Foto:ist)

METROPOLITAN.id – Kota Bogor meresmikan penggunaan Rumah Sakit (RS) Lapangan di gedung wisma atlet GOR Pajajaran, Kota Bogor, Senin (18/1) pagi. Selain menyampaikan apresiasi, Gubernur Ridwan Kamil yang hadir via daring juga mewanti-wanti kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terkait beberapa hal.

Ia memahami yang berkembang kini di Kota Bogor adalah jumlah keterisian atau okupansi pasien Covid-19 di RS-RS rujuan sudah semakin padat dan presentase yang mengkhawatikan. Menurutnya, kehadiran RS Lapangan sejatinya hanya diperuntukan bagi pasien Covid-19 tapi bergejala ringan, sehingga bisa mengurangi okupansi di RS-RS rujukan seperti RSUD Kota Bogor.

“Terkait berita buruk ruang isolasi saya titip beberapa hal, pertama yang kena Covid-19 tapi gejala ringan tidak dirawat di RS, jadi bisa di RS Lapangan. Nah yang di RS konvensional hanya pasien yang Covid-19 dengan gejala berat dan sedang,” katanya, Senin (18/1).

Baca Juga  Adem ‘Ngorek’ Syarat Pencalonan

RK, sapaan karibnya pun mengapresiasi langkah dari Pemkot Bogor dalam menyediakan RS Lapangan ini sebagai langkah antisipatif dan persiapan jika kasus Covid-19 terus meningkat dari hari ke hari. Bahkan bila diperlukan, kata dia, Kota Bogor bisa membuat rencana pembangunan RS Lapangan lainnya.

“Saya mengapresiasi penambahan RS Lapangan ini dan bersiap juga jika kasus Covid-19 terus meningkat, dari sekarang dibuat rencana RS lapangan lainnya jika diperlukan. Mulai dari sekarang kita riset untuk dijadikan tempat perawatan,” papar RK.

RK mengaku sangat sadar bahwa pada awal 2021 ini ketersediaan fasilitas isolasi pasien Covid-19 yang semakin terbatas. Namun berita baiknya ada vaksin yang sudah hadir, dimana ia sendiri sudah mendapatkan vaksin tahap pertama.

Baca Juga  Positif Corona di Kota Bogor Nyaris Tembus 500 Orang

“Untuk mencapai kekebalan masyarakat ada tiga pintu, pertama suntik vaksin, terkena Covid-19 dan sembuh, atau ketiga diam di rumah tidak kemana-mana sampai kekebalan masyarakat kuat. Kita pilih pintu pertama yaitu vaksin, supaya bisa berkegiatan. Saya ingatkan suntikan pertama hanya pengkondisian kedua merangsang antibodi, persentasenya naik. Di bulan ketiga setelah suntikan kedua, hadir antibodi 99 persen,” tutup RK. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *