Lahiran di Rumah Sakit, 42 Bayi Kena Covid

by -

Kabar mengejutkan datang di tengah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor. Belum genap satu bulan di 2021, ada 42 bayi yang terkonfirmasi positif virus corona. Sebagian dari mereka terpapar usai dilahirkan di rumah sakit.

KE-42 bayi itu menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi dan Cibinong, Kabupaten Bogor. Dengan rincian 20 bayi menjalani perawatan di RSUD Ciawi dan 22 bayi di RSUD Cibinong.

Direktur RSUD Ciawi M Tsani Musyafa mengatakan, tren bayi baru lahir positif Covid-19 tersebut mulai mun­cul di 2021 ini. Sang bayi ter­papar saat sang ibu tengah mengandung.

”Kalau ibu hamil positif, bayinya pas lahir pasti positif. Sebelumnya belum ada kasus seperti ini, tapi awal tahun ini mulai muncul tren ini,” kata­nya, Selasa (26/1).

Pria yang akrab disapa Tsa­ni itu mengaku kesulitan melakukan tracing terhadap ibu hamil. Sebab, saat ibu hamil mengandung, mereka sulit membedakan mana ge­jala Covid-19 dan gejala ba­waan hamil.

”Kami juga cukup kesulitan, karena ibu hamil melakukan pemeriksaan ke bidan. Se­kali pun ada gejala Covid-19, mereka nyangkanya bawaan bayi. Padahal ibu hamil ini positif,” ucapnya.

Baca Juga  Viral Bayi Dimandikan di Bagasi NMAX

Tak hanya tracing kepada ibu hamil, pihaknya juga mengaku kesulitan membe­rikan penanganan kepada bayi positif Covid-19. Bahkan, pi­haknya juga kesulitan mem­berikan penanganan Covid-19 kepada bayi positif.

”Sulit diketahui, karena bayi saat lahir nangis dan sulit diajak komunikasi. Tapi di sisi lain, posisinya bayi ini positif Covid-19. Jadi kadang saat ibu hamil melahirkan, bayinya OTG (Orang Tanpa Gejala, red),” bebernya.

Meski begitu, kaum ibu tak perlu khawatir. Sebab, saat ibu hamil dan sedang meny­usui positif Covid-19, Air Susu Ibu (ASI) yang diberikan tidak akan menularkan virus kepada bayi.

”ASI tidak menularkan virus. Jadi saat ibu positif, bayi tidak akan tertular dari ASI. Jadi tenang saja, tidak perlu khawatir,”imbuhnya.

Sejauh ini, pihaknya memi­liki 12 alat khusus untuk me­nangani bayi baru dalam kondisi positif Covid-19. Alat tersebut berbentuk seperti tabung inkubator bagi bayi.

”Kami sudah memiliki 12 alat khusus untuk bayi positif Covid-19, dan terisi tak lebih dari enam bayi. Semoga saja tidak ada penambahan kasus bayi positif Covid-19 lagi,” ujarnya.

Baca Juga  Menangis Seharian Akibat Sekujur Tubuh Melepuh

Sementara itu, Wakil Di­rektur (Wadir) Bidang Pe­layanan RSUD Cibinong dr Fusia mengatakan, sepanjang 2021 ini pihaknya sudah menangani 22 pasien bayi positif Covid-19. Bahkan, jika dibandingkan RSUD Ciawi, RSUD Cibinong sudah lebih dahulu menangani bayi positif Covid-19.

”Kalau di RSUD Cibinong, kami punya total alat penanga­nan Covid-19 untuk bayi se­banyak 16 alat. Dari 16 alat itu, sepanjang 2021, kami sudah menangani 22 bayi positif,” katanya.

Meski begitu, penanganan bayi dengan kasus positif Co­vid-19 tergolong lebih cepat. Bahkan, rata-rata bayi dalam kondisi Covid-19 bisa sembuh dalam waktu kurang dari 14 hari.

”Mungkin imun bayi lebih bagus dari orang dewasa, makanya pemulihannya cu­kup cepat. Dan alhamdulillah selama kami merawat bayi positif, semuanya kembali sehat dan negatif,” ujarnya.

Tak hanya di Kabupaten Bogor. Hal serupa juga ter­jadi di tetangganya, Kota Bo­gor. Berdasarkan catatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, sepanjang 2020 terdapat 43 bayi dan 81 ibu yang terkonfirmasi positif Covid-19, dengan kondisi sedang hamil 64 orang, ber­salin 13 orang dan menyusui empat orang.

Baca Juga  Lagu Ini Bisa Buat Bayi Anda Jadi Bayi Terbahagia Di Dunia

”Ada satu ibu yang mening­gal karena Covid-19 dan tidak ada satu pun angka kematian pada bayi karena Covid-19 di Kota Bogor. Saya terima kasih RSKIA Sawojajar ini bisa me­nambah fasilitas itu, khusus­nya untuk ibu dan anak. Kita ingin klaster keluarga ini bisa ditekan,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya.

Untuk itu, menurutnya, memang dibutuhkan ruangan tambahan bagi ibu dan bayi seperti HCU, ruang operasi dan bersalin dengan tekanan negatif hingga ruang isolasi.

”Kita terus berikhtiar dengan fokus dua hal. Pertama, usa­ha untuk meningkatkan Bed Occupancy Ratio (BOR). Kita minta semua rumah sakit rujukan untuk memaksimal­kan. Saya minta datanya de­tail. Sehingga sampai akhir tahun nanti itu kita bisa tahu maksimal ruang isolasi be­rapa dan ICU berapa, ”pung­kasnya. (ine/ogi/d/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.