Naik Daun, Caladium Laris Diburu

by -

METROPOLITAN – Tren tanaman hias terus ber­kembang. Saat ini caladium atau keladi sedang naik daun. Daya pikat tanaman yang juga dikenal dengan sebutan angel wings itu terletak pada kelir daunnya.

Apriando dan Riani sudah lama menanam tanaman hias di teras rumah mereka. Pasangan yang tinggal di Klaster Gading Salak Resi­dence, Tangerang Selatan, Banten, itu kemudian men­dalami budidaya tanaman hias. Khususnya caladium.

Bahkan, sejak November tahun lalu, mereka mulai memasarkan caladium dan tanaman hias lainnya. Media promosi yang digunakan adalah Instagram. Pengiriman tanaman hias paling jauh sampai saat ini adalah ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Saat ditemui di rumah pada Kamis (7/1), Apriando menunjukkan semua kol­eksi caladium-nya. Pria 42 tahun itu saat ini memiliki tujuh jenis caladium. Yakni snow white atau sering dise­but keladi tisu. Kemudian ada keladi baret, keladi wayang, keladi infinity, dan keladi keris. Apriando juga memi­liki keladi corong, pink brush, lance whorton, dan ace of heart.

“Saya dan istri sudah lama mengoleksi tanaman hias. Kira-kira sejak lima tahun lalu,” katanya.

Baca Juga  Model Anyar, Harga Toyota Sienta Bikin Kaget

Belakangan, di tengah pan­demi Covid-19 dan pamba­tasan aktivitas di luar rumah, Apriando mulai berjualan tanaman hias. Khususnya caladium. Sampai saat ini ia sudah menjual lebih dari 30 tanaman.

Pria yang sebelumnya be­kerja di bidang even itu se­mula hanya memiliki cala­dium snow white. Sampai akhirnya, kini jenis tanaman caladium-nya sudah beragam. Menurut Apriando, perawa­tan caladium tidak terlalu susah. “Yang penting perlu banyak sinar matahari,” je­lasnya.

Jika penjemuran kurang lama, batangnya menjadi panjang dan daunnya kecil. Kondisi itu tentu tidak men­guntungkan. Sebab, caladium dinikmati dari keindahan daunnya.

Setelah beberapa bulan berbisnis tanaman hias, Apri­ando dan Riani mencoba mengembangbiakkan sen­diri. Mereka menggunakan teknis sungkup. Teknik ter­sebut cukup sederhana. Mu­dah dilakukan para pemula.

Baca Juga  Nikmati Kedai Soto Rica-Rica dari Bogor

Pengembangbiakan cala­dium dengan teknik sungkup dimulai dengan memilih bonggol tanaman yang ba­gus. Lalu bonggol tersebut dibersihkan dan dirajang. Setelah dikeringkan seben­tar, bonggol itu kemudian ditanam.

Sesuai namanya, teknik tersebut dilakukan dengan menutup pot tempat men­anam bonggol yang sudah dirajang. “Ditutup dengan plastik untuk menjaga kelem­bapan,” paparnya.

Bagian bawahnya juga di­beri tempat air untuk men­jaga kelembapan.

Sementara itu, media tanam yang digunakan, antara lain sekam, daun bambu kering, dan lumut. Supaya bonggol bisa tumbuh dengan baik, tidak boleh terlalu banyak air yang menggenang di me­dia tanam.

Tetapi juga harus tetap lem­bap. Setelah dua pekan, bia­sanya tunas mulai muncul. Apriando mengaku sudah terbiasa mengembangbiak­kan caladium dengan teknik sungkup. Awalnya, memang agak sulit merawat caladium. Tanamannya kerap mati atau cepat layu.

Baca Juga  SUZUKI ALL NEW SATRIA F150 LUAR BIASA...

Supaya tanaman caladium-nya bagus, daun yang layu atau hampir mati harus se­gera dipotong. Dengan be­gitu, aliran nutrisi bisa ber­fokus ke bakal daun yang masih kuncup atau pupus.

Saat ini harga caladium bervariasi. Mulai Rp10 ribu bahkan sampai Rp1 juta. Saat ini Apriando berfokus ke jenis-jenis caladium dengan harga terjangkau. Misalnya, untuk caladium baret yang paling banyak diburu pelang­gan dibanderol Rp100 ribu- Rp300 ribu.

Koleksi caladium yang ia buru saat ini adalah cat tum­pah dan dark chocolate. Se­lain itu, Apriando belum sreg membudidayakannya ka­rena harganya terlalu tinggi. Saat ini rata-rata harga cala­dium cat tumpah Rp600 ribu.

Itu untuk ukuran kecil. Jika sudah cukup besar, harganya bisa jutaan rupiah. Begitu pula dengan caladium dark chocolate. (feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *