Ngeyel! Empat Kafe, Lima Perkantoran Disanksi

by -

Sejak diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Bogor pada Senin (11/1) hingga Rabu (20/1), rupanya masih ada pengusaha nakal yang mengabaikan protokol kesehatan (prokes) yang dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

SEPULUH hari sudah PPKM diterapkan di Kota Bogor. Setidaknya ada empat kafe dan restoran serta lima pe­rusahaan yang dikenakan sanksi atas pelanggaran pro­tokol kesehatan. Padahal, Pemkot Bogor melalui Satgas Covid-19 telah melakukan sosialisasi secara massif ke­pada masyarakat. Seperti Wali Kota Bogor Bima Arya serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forko­minda) kerap melakukan patroli PPKM.

”Total kafe yang disanksi ada empat dan perkantoran ada lima. Tapi, untuk sanksi denda hanya kafe Kopi Nak­ko, kami kenakan Rp5 juta,” kata pria yang akrab disapa Demak ini.

Baca Juga  Titik Temu: Kafe Unik Milik Raisa di Seminyak, Bali

Ia memang tidak menyebut­kan secara rinci kafe dan perkantoran yang telah di­kenakan sanksi oleh pihaknya. Meski begitu, sanksi ringan hingga pencabutan izin tem­pat usaha mengancam pe­langgar PPKM di Kota Bogor.

Selain tempat usaha, Demak mengungkapkan bahwa ada beberapa pelanggar indivi­dual yang terjaring Tim Pem­buru Pelanggar PPKM yakni sebanyak 182 orang. Masy­arakat yang terjaring Tim Pemburu Pelanggar PPKM ini didominasi masyarakat yang tidak mengenakan mas­ker. ”Jadi, total pelanggar in­dividual, kafe dan perusa­haan ada 191 dan denda yang dikumpulkan ada Rp7 juta,” paparnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie R Rachim, menyatakan, selama PPKM akan ada penindakan sesuai pelanggaran yang dilakukan pengendara atau masyarakat. ”Jika masih ada yang berke­rumun atau keluyuran kita tindak pidana ringan (tipiring),” kata Dedie, belum lama ini.

Baca Juga  Omset Meroket Sampai Rp 12 Miliar

Selain itu, pihaknya juga bakal mengevaluasi perkan­toran atau jenis usaha lain yang masih beroperasi di luar sektor yang dikecualikan Pemkot Bogor. Jika ditemukan masih ada yang melanggar akan dicabut izin usahanya. ”Nanti kita lihat intensitasnya seperti apa. Yang jelas, ada sanksi denda maupun pen­cabutan izin,” katanya.

Menurutnya, sanksi terse­but agar penerapan PPKM dalam upaya memutus ran­tai penyebaran Covid-19 di Kota Bogor agar membuah­kan hasil maksimal. ”Kita ingin menunjukkan bahwa kita serius menangani virus ini,” ungkapnya. (dil/a/lip/ mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *