Pekan Depan Kota Bogor Balik PSBB Lagi

by -

METROPOLITAN.id – Kota Bogor menjadi salah satu wilayah yang diwajibkan untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan rencananya akan diberlakukan per 11 hingga 25 Januari mendatang.

Menanggapi wacana pemerintah pusat sesuai dengan PP 21/2020 ini, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan bahwa pihaknya bakal mengambil waktu lima hari kedepan untuk menyosialisasikan peraturan baru ini kepada sektor usaha. Sebab, sektor ini menjadi salah satu yang dianggap bakal paling terdampak.

“Tadi sempat dibahas dengan pak Wali. Tentu kita harus persiapkan sosialisasi kepada masyarakat dan dunia usaha terkait kebijakan ini,” kata Dedie kepada Metropolitan.id, Rabu (6/1).

Dedie pun tidak menampik kondisi Kota Bogor yang makin mengkhawatirkan. Pada hari ini (6/1) saja, jumlah keterisian kasur atau bed untuk pasien Covid-19 sudah menyentuh angka 87,4 persen.

Baca Juga  Bima Arya Sukses Angkat Martabat Bogor

Mengutip data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dari 595 kasur yang tersedia di 21 rumah sakit yang menangani pasien Covid-19, sudah terisib 520 kasur.

Sedangkan pada pusat isolasi di BNN Lido, dari ketersediaan 100 kasur, 63 kasur diantaranya sudah terisi.

“Memang benar saat ini laju peningkatan kasus penularan cukup tinggi sementara daya tampung RS semakin sedikit,” ujar Dedie.

Mantan petinggi KPK ini menerangkan sektor ekonomi akan menjadi bagian yang paling terdampak. Walaupun Kota Bogor sudah menetapkan target pendapatan asli daerah (PAD) 2021 sebesar Rp966,91 miliar. Dampak dari PSBB ini disinyalir akan berpengaruh kepada target Kota Bogor yang sudah tertuang di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021 Kota Bogor.

Baca Juga  Babakanpasar Jadi Destinasi Wisata Baru

“Pandemi dan ekonomi memang tidak bisa berjalan berdampingan. Idealnya pandemi dituntaskan diikuti pemulihan ekonomi. Tapi hitungan Pemerintah Pusat untuk menghindari ‘outbreak’ yang dapat berdampak lebih luas pada kerusakan ekonomi yang lebih parah harus kita apresiasi dan dukung,” ujarnya.

Terakhir, Dedie pun minta kepada masyarakat Kota Bogor dan seluruh stake holder agar patuh dan siap menjalankan PSBB mendatang. Ia ingin PSBB kali ini menjadi ikhtiar bersama warga Kota Bogor.

Ia pun percaya kalau masyarakat Kota Bogor bisa melewati ini sekali lagi, seperti yang sudah dilalui ditahun 2020.

“Apalagi 11 sampai 25 Januari bila kita disiplin dan kompak, InsyaAllah puncak pandemi yang diprediksi masih berada di pertengahan tahun tidak akan terjadi. Ini harus menjadi ikhtiar bersama, karena kalau kita jalan sendiri tidak bakal efektif,” pungkasnya.

Baca Juga  Janda 90 Tahun di India Diperkosa Pria Berpisau di Rumahnya

Sekadar diketahui, penambahan kasus positif Covid-19 hingga hari ini (6/1) berjumlah 73 kasus, dengan 43 orang dinyatakan sembuh dan satu orang dinyatakan meninggal.

Sehingga total di Kota Bogor sudah ada 5844 kasus positif Covid-19. Dengan rincian, 1035 orang dinyatakan masih sakit, 4673 orang dinyatakan sembuh dan 136 orang dinyatakan meninggal dunia.(dil/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.