Pelayan Publik Kota Bogor Disuntik Vaksin Akhir Bulan

by -

METROPOLITAN – Pen­canangan pekan vaksinasi Covid-19 di Kota Bogor ber­jalan lancar. Dalam lima hari, sebanyak 981 tenaga keseha­tan (nakes) di Kota Bogor sudah divaksin.

”Sampai sekarang sudah 981 nakes divaksin. Kita targetkan ini selesai pekan depan,” kata Wakil Wali Kota Dedie Rachim kepada Metropolitan. id saat ditemui di RS PMI, Selasa (19/1).

Dedie mengungkapkan jika tahap pertama ini sudah se­lesai maka akan dilanjutkan pencanangan pekan vaksi­nasi pada Jumat (29/1). Pada vaksinasi tahap kedua itu, nantinya tenaga pelayan pu­blik seperti ASN, guru, polisi dan TNI akan mulai disasar.

”Mudah-mudahan dengan tuntasnya vaksinasi akan menurunkan penyebaran Covid-19. Tapi kita belum tahu dapat jatahnya berapa nanti,” ujar Dedie.

Baca Juga  Ngarep Beri Masukan Soal Omnibus Law, Bima Arya : Tadi Nggak Dikasih Kesempatan Ngomong

Sekadar diketahui, pembe­rian vaksin Sinovac di Kota Bogor ini tersebar di 59 fasi­litas kesehatan yang terdiri dari 24 puskesmas, 21 rumah sakit, sembilan puskemas pembantu dan delapan klinik. Untuk tahap pertama, Kota Bogor kebagian jatah 9.150 dosis vaksin Sinovac dan akan diberikan kepada nakes sam­pai 28 Januari mendatang.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan program vaksinasi untuk nakes akan selesai selama dua pekan. Hal itu diungkapkan menyusul program vaksinasi Covid-19 Sinovac di Kota Bogor sudah dimulai di Puskesmas Tanah­sareal, Kecamatan Tanahsa­real, sejak kemarin.

“Khusus Kota Bogor, dari 9.150 dosis yang diberikan untuk nakes rencananya selesai da­lam dua bulan. Tapi kami ingin mempercepat dalam dua minggu, dan kami sebut itu dua pekan vaksinasi Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr Sri Nowo Retno.

Baca Juga  4000 Porsi Toge Goreng Racikan Chef Berskala Internasional Dibagikan Gratis

Untuk mempercepat proses vaksinasi terhadap nakes, Retno menerangkan bahwa sebanyak 59 fasilitas keseha­tan yang terdiri dari 24 pus­kesmas, 21 rumah sakit, sem­bilan puskesmas pembantu dan delapan klinik.

Di sisi lain, jelas Retno, tu­juan dilakukannya vaksinasi untuk membentuk kekebalan, menurunkan angka kesakitan dan kematian, serta melin­dungi dan memperkuat sistem tubuh. “Jadi vaksinasi ini membentuk kekebalan, men­urunkan angka kesakitan dan kematian. Melindungi dan memperkuat sistem tubuh,” kata Retno.

Meski vaksinasi sudah mu­lai diberikan, Retno menekan­kan perlu diiringi penerapan 3M. “Untuk implementasi perlu dukungan berbagai pi­hak agar pelaksanaan ini bisa berjalan lancar dan tepat sa­saran. Terutama edukasi ke­pada publik untuk mening­katkan respons masyarakat,” ujar Retno. (dil/c/rez/run)

Baca Juga  Bima Arya Ngebet Bangun Trem di Kota Bogor Sebelum Masa Jabatannya Habis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *