Pembangunan Pedestrian Pakansari Capai 90 Persen

by -

METROPOLITAN – Penutupan sementara Jalan Edi Yoso menuju kawasan Stadion Pakansari selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), ru­panya membawa berkah tersen­diri bagi penyedia jasa pembangunan pede­strian. Sebab, sejak ditutupnya jalan tersebut pada Senin (18/1), penyedia jasa merasa diuntungkan lantaran bisa lebih leluasa dalam membangun pede­strian.

”Ini yang kami harapkan dari dulu, tindakan nyata dari Pemkab Bogor yang membuat kami bisa bekerja leluasa. Jadi, alat berat bisa lebih mobile bergerak. Kalau kemarin kan susah, banyak pedagang, apalagi pada Sa­btu dan Minggu,” terang Site Engineer Pembangunan Pedestrian, Zeina Tri Pamun­gkas, Kamis (21/1).

Saat ini, tambah Zeina, pe­kerjaan pembangunan pe­destrian sudah mencapai 90 persen, dengan fokus saat ini pada pemasangan granit. ”Karena bobot paling besar pembangunan pedestrian ada di pemasangan granit, jadi kami sekarang sedang fokus memasang granit,” ujarnya.

Baca Juga  Brownies 300 Meter bakal Pecahkan Rekor Muri

Akhir Januari ini, pihaknya menargetkan pembangunan pedestrian tersebut bisa men­capai tahap finishing. ”Kami tidak mau menjanjikan dan mengumbar kata-kata. Yang pasti, kami akan berusaha akhir bulan ini bisa selesai, lebih cepat lebih baik. Kami juga sudah tekankan kepada pekerja, jangan sampai lewat bulan,” tegasnya.

Ia berharap pekan ini hing­ga akhir Januari nanti cuaca bisa bersahabat.

”Semoga sampai akhir Ja­nuari ini curah hujan bisa turun. Sebab, pemasangan granit sangat tergantung cuaca,” harapnya.

Sementara itu, penanggung jawab pembangunan pede­strian, Hadian Nur Fajar, mengatakan, pihaknya kem­bali menambah pekerja. Dari semula sekitar 80 pe­kerja, kali ini sudah ada 100 pekerja untuk mempercepat proses pembangunan. Selain itu, pihaknya juga menambah jumlah alat berat untuk mem­bantu mempercepat proses pembangunan. ”Sekarang kami sudah mendatangkan enam alat ekskavator, dari awalnya cuma dua alat. Penambahan alat kami la­kukan untuk mempercepat proses pembangunan,” ung­kapnya.

Baca Juga  Satpol PP Buru Warga tak Bermasker

Untuk pekerja, sambung dia, pihaknya sudah menam­bahnya. Semula hanya seki­tar 30 pegawai di luar pega­wai internal penyedia jasa. Kini jumlah pegawai pembangunan mencapai 100 orang. ”Itu pegawai di luar internal kami ya. Kalau isti­lahnya itu pekerja tukang,” ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mulai melakukan kla­sifikasi pekerjaan. Untuk mempercepat proses pembangunan, setiap peker­jaan dilakukan orang-orang khusus. ”Misal yang pasang granit ada pekerja khusus dan yang ngecor semen ada lagi. Jadi supaya cepat,” tutup­nya. (ogi/b/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *