Presiden Tunjuk Mantan Ajudan Jadi Kapolri

by -
Foto : SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

METROPOLITAN – Teka-teki siapa sosok pengganti Jenderal Idham Azis sebagai kapolri baru, sudah terungkap. Kemarin, Presiden Joko Wi­dodo secara resmi mengirim­kan Surat Presiden (Surpres) ke DPR yang berisi nama calon kapolri pilihannya.

Adalah Kepala Bareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Pra­bowo, yang dipilih Presiden Jokowi menjadi calon ka­polri. Komjen Listyo Sigit menjadi satu-satunya nama yang dicalonkan Jokowi.

Surpres itu diantar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno kepada Ketua DPR Puan Maharani. “Seperti yang saya sampaikan surpres telah kami terima dari Bapak Pre­siden, yang mana Bapak Pre­siden menyampaikan usulan pejabat Polri ke depan dengan nama tunggal yaitu Bapak Drs Listyo Sigit Prabowo,” kata Ketua DPR, Puan Maharani.

Baca Juga  Jalan Diblokir, Aset Desa juga Dijarah

Selanjutnya, Listyo Sigit akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan sebagai calon ka­polri di Komisi III DPR. Nanti­nya hasil uji itu akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR un­tuk mendapat persetujuan dewan. “Proses akan ditempuh selama 20 hari sejak surat presiden diterima yaitu hari ini Rabu 13 Januari 2021,” ucapnya.

Puan memastikan DPR akan menjalankan proses tersebut sesuai ketentuan perundang-undangan dan mekanisme yang berlaku. “Kita (publik, red) dapat segera mengetahui apakah kapolri yang ditunjuk presiden mendapatkan per­setujuan dari DPR,” ujar Puan.

Untuk diketahui, Listyo Sigit Prabowo merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991. Ia lahir di Ambon, Ma­luku, 5 Mei 1969. Listyo ada­lah sosok yang memiliki ke­dekatan dengan Presiden Jokowi karena ia menjabat kapolres Solo pada 2011 saat Jokowi masih menjabat wali kota Solo.

Baca Juga  Karena Meninggalnya Taruna Akpol, Kapolri Diminta Atensi Insiden

Kedekatan Listyo dengan Jokowi berlanjut ketika Jo­kowi menjadi presiden. Pada 2014, Listyo pun menjadi ajudan Jokowi. Setelah tidak menjadi ajudan Jokowi, List­yo menduduki sejumlah ja­batan di Korps Bhayangkara yakni kapolda Banten pada 2016-2018 dan kadiv Propam Polri pada 2018-2019 sebelum diangkat menjadi kepala Bares­krim.

Ada sejumlah peristiwa yang menyedot perhatian publik selama masa kepemimpinan Listyo di Bareskrim, salah satunya adalah penangkapan terpidana kasus Bank Bali Djoko Tjandra yang telah bu­ron selama sebelas tahun.

Listyo juga membongkar praktik suap terkait pelarian Djoko Tjandra yang ternyata melibatkan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Na­poleon Bonaparte dan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Prasetijo Utomo. (jpnn/ kom/fin/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *