Puluhan PKL Pasar Kebonkembang Digusur Satpol PP

by -

METROPOLITAN – Sebanyak 50 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini mengelilingi Pa­sar Kebonkembang ditertibkan Satpol PP Kota Bogor. Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor, Theo Patricio Frei­tas, mengatakan, penertiban tersebut bertujuan untuk membersihkan kawasan Pasar Kebonkembang. ”Jadi, kami dari Satpol PP mendukung penertiban yang dila­kukan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) dan camat Bogor Tengah,” terang Theo kepada Metropolitan, Kamis (21/1).

Untuk membersihkan lapak PKL yang su­dah menghuni kawasan Pasar Kebon­kembang bertahun-tahun ini, Theo mengungkapkan bahwa seratus personel gabungan diterjunkan.

Penertiban yang dilakukan sejak malam hari baru sele­sai pada siang hari tadi (ke­marin, red). Di mana puing-puing lapak PKL langsung diangkut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor. ”Total ada seratus personel yang diterjunkan untuk me­nertibkan PKL di Kebon­kembang. Penertiban ber­jalan lancar,” ujarnya.

Rencananya, sambung Theo, para PKL direlokasi ke Blok F Pasar Kebonkembang yang mulai beroperasi pada Ma­ret 2021. Sebelumnya, gelom­bang penolakan disuarakan para PKL di sepanjang Jalan Nyi Raja Permas. Sebab, me­reka (PKL, red) yang ada mengaku tidak mampu mem­bayar DP kios dalam Blok F.

”Sekarang jualan di sini saja sepi, karena pandemi Covid-19. Apalagi pindah ke Blok F, bangunan baru yang belum tentu memberikan jaminan keramaian. Kami pedagang di sini menolak direlokasi,” ujar Ketua Pa­guyuban PKL Nyi Raja Per­mas, Umar Sanusi.

Baca Juga  Sampah Kota Bogor Tetap Dibuang ke Galuga

Umar menceritakan, saat direlokasi dulu dari kawasan Taman Topi ke Nyi Raja Per­mas membutuhkan waktu 18 bulan untuk menjaring pembeli. Setiap pindah tem­pat usaha, otomatis akan sepi. Sedangkan pedagang yang rencananya dipindah­kan ke Blok F membutuhkan biaya tinggi. Di mana harus membayar DP Rp20 juta, kemudian sisanya dicicil.

”Darimana kami punya uang Rp20 juta untuk bayar kios di sana. Pemerintah kalau mau merelokasi pedagang jangan memberatkan, itu sama saja mematikan usaha PKL, bukan mengangkat atau memajukan,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak Pe­rumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) menyiapkan 115 kios bersubsidi untuk para PKL yang mau masuk ke Blok F.

”Dari total 700 kios, ada 155 kios yang kita siapkan dengan harga subsidi khu­sus untuk PKL. Tidak boleh ada masyarakat selain PKL yang membeli dan PKL itu juga kita fokuskan untuk di sekitaran Pasar Kebon­kembang,” beber Direktur Utama Perumda PPJ, Muzak­kir, Kamis (21/1).

Baca Juga  Satpol PP Masih Buru Penambang Liar

Berdasarkan data yang ada di tangan Muzakkir, di seki­taran Pasar Kebonkembang terdapat 50 lapak PKL yang sudah ditertibkan sejak ma­lam tadi. Selanjutnya, para PKL di sekitar alun-alun sampai ke Blok C dan D Pa­sar Kebonkembang juga bakal ditertibkan untuk di­masukkan ke Blok F Pasar Kebonkembang.

”Jadi, kita dorong nanti masuk ke pasar karena kita ada 700 kios yang disiapkan,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Camat Bogor Tengah, Abdul Wahid, mengakui selama ini PKL di Jalan Nyi Raja Permas mem­buat kesan kumuh. Ke depan, pihaknya akan berkoordi­nasi dengan dishub terkait penataan parkir.

”Parkir di sini kapasitasnya 4.000 motor. Cuma kondisi saat ini parkir di sini semba­rangan. Akibatnya lalu lintas terganggu. Masyarakat yang lewat sini tidak nyaman dan akhirnya terkesan kumuh. Jadi, itu tugas kami dari jaja­ran saya bersama teman-teman Pol PP untuk melakukan pe­nertiban,” ujarnya.

Baca Juga  Lagi, Klaster Pemerintahan Bertambah

Ke depan, Wahid berharap kawasan ini akan menjadi pusat belanja yang bisa mem­berikan rasa nyamam dan aman di Kota Bogor. ”Supaya masyarakat yang belanja ke sini bisa nyaman dan aman,” pungkasnya.(dil/c/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *