Samsul Jadikan Bambu Bahan Baku Gelas Unik

by -

Adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), tak membuat Samsul Rijal (40) kehilangan kreativitas. Warga Kampung Asrama Badakputih, Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas itu masih bisa berkarya demi menyambung hidup melalui kerajinan bambu.

KERAJINAN tangan berupa cangkir yang terbuat dari bambu ia kerjakan lewat tangan dinginnya. Tak hanya cangkir, Samsul juga pandai membuat berbagai bentuk sesuai orderan. Di antaranya seperti gelas dan teko yang sama-sama banyak peminat­nya. ”Awalnya saya kerja di TV kabel, karena kena PHK akhirnya kembali menguliti usahanya membuat cangkir, teko dan gelas berbahan bambu hitam,” ujarnya.

Ia bersyukur usahanya ini bisa laku di pasaran, seperti Bogor, Depok hingga Garut. Cangkir dijual dengan harga Rp25.000 dan teko satu set dengan cangkir kecil empat biji dijual Rp150.000. Sedang­kan gelas yang diukir gambar kujang dan daun talas Bogor dijual Rp30.000. ”Saya jual cangkir ke Pamijahan, Depok dan Garut. Terkadang ada kon­sumen yang datang ke rumah untuk oleh-oleh,” katanya.

Baca Juga  PT KAI Abaikan Palang Kereta Di Desa Waringin

Karena keterbatasan modal, pertama kali membuat kera­jinan tangan bambu hitam dilakukan secara manual. Untuk bahan bakunya men­cari di kebun. Lambat laun dirinya banyak yang mem­bantu dan mendapatkan ban­tuan UMKM dari pemerintah. Uang bantuan UMKM ini dibelikan mesin potong dan bambu hitam. ”Saat ini ter­kendala pemasaran dan su­litnya mencari bambu hitam. Sebab, ketika musim hujan mencari bambu hitam sang­at sulit, ” ungkapnya.

Untuk membuat cangkir, gelas dan teko, sambung dia, bahan bakunya cukup gurin­da potong, bor dan lem. Se­dangkan bahan baku bambu hitam dibeli di Kampung Mulyaharja, Desa Kota Batu, dengan harga satu batang bambu hitam Rp30.000. ”Per­tama kali belajar membuat kerajinan gelas bambu hitam karena senang seni. Saya juga sempat membuat sarung ku­jang. Karena sulit menjual, akhirnya bangkrut,” tukasnya. (ads/c/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *