Segini Tarif PSK di Puncak Bogor untuk Short Time

by -

METROPOLITAN.id – Polres Bogor kembali mengungkap bisnis prostitusi di kawasan Puncak Bogor. Dua orang tersangka yang terdiri dari mucikari dan pegawai vila diamankan. Sang mucikari juga sempat membeberkan tarif PSK di kawasan berudara sejuk tersebut.

Mucikari yang berhasil ditangkap adalah NO. NO mematok harga Rp500 ribu untuk setiap PSK bagi tamu yang ingin kencan singkat atau short time.

Namun, jumlah tersebut tak semuanya diberikan kepada korban atau PSK yang ditawarkan NO. Mereka hanya mendapat jatah Rp300 ribu dari tiap tamu. Sementara Rp200 ribu dibagi dua untuk NO dan satu tersangka lainnya yakni LS yang merupakan pegawai vila.

“Dari keterangan lebih lanjut, NO dan LS mendapat keuntungan dari tiap korban masing-masing Rp100 ribu. Sedanglan korban dibayar Rp300 ribu. Totalnya itu Rp500 ribu, untuk korban Rp300 ribu, sementara Rp100 ribu untuk NO dan Rp100 ribu untuk LS,” kata Kapolres Bogor AKBP Harus saat jumpa pers di Mako Polres Bogor, Jumat (22/1).

Menurutnya, mucikari ini menyediakan perempuan berbagai usia mulai dari 17 tahun hingga 31 tahun. Sang mucikari mengaku sudah sekitar satu tahun menekuni bisnis lendir di kawasan Puncak Bogor.

Baca Juga  Anggota DPR RI Tommy Kurniawan Berkunjung ke Bojonggede, Warga: Saya Ngefans Waktu di TV

“Usia korban bervariatif, ada yang usia 17 tahun, ada juga yang 31 tahun. Maksimal 31 tahun. Krang lebih satu tahun mereka melakukan kegiatan ini,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi kembali membongkar praktik prostitusi di kawasan Puncak Bogor. Saat melakukan penggerebekan, ada 4 pekerja seks komersial (PSK) berikut 4 pria hidung belang yang sempat diamankan.

Praktik bisnis lendir tersebut diungkap jajaran Polres Bogor di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor. Keempat PSK dan tamu-tamunya saat itu sedang asik mesum di 4 kamar terpisah di sebuah vila.

“Pada saat penyelidikan benar didapati adanya tindakan prostitusi di 4 kamar di vila tersebut. Sehingga didapati ada 4 korban yg melakukan praktik prostitusi di 4 kamar terpisah,” kata Kapolres Bogor AKBP Harun saat konferensi pers di Mako Polres Bogor, Jumat (22/1).

Baca Juga  Long Weekend, Wisatawan Puncak Bogor Bakal Dites Corona

Selain itu, polisi juga berhasil menangkap dua orang tersangka. Mereka adalah NO dan LS. NO diketahui merupakan mucikari penyedia jasa PSK. Sementara LS adalah pegawai vila yang bertugas menawarkan PSK kepada para tamu.

“Dari hasil penyelidikan dan pengembangan, didapati bahwa korban ini melayani tamu karena ada permintaan dari tersangka LS yang merupakan salah satu karyawan vila. LS lalu menelepon seseorang atas nama NO selaku mucilarinya. NO inilah yang menyedikan 4 korban yang ada di TKP tersebut. 2 dari Bogor dan 2 dari Cianjur,” ungkapnya.

Kedua pelaku selanjutnya dijerat dua pasal sekaligus. Pasal 2 Undang-undang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang nomor 21 tahun 2007, dan pasal 296 KUHP junto 506 KUHP.

Baca Juga  Wah Diam-diam Suzuki Siapkan Skutik Baru

“Pasal 296 KUHP junto 506 KUHP,m hukuman 1 tahun 4 bulan. Sementara Pasal 2 Undang-undang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang nomor 21 tahun 2007 hukumannya 3 tahun penjara maksimal 15 tahun,” tandas Harun. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *