Simak Nih! Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Dikenal Dekat dengan Ulama Sejak dari Pati dan Solo

by -151 views
Pimpinan Pondok Pesantren Tahfiz Alqur'an Rhoudotul Falah, Gembong, Pati, Jawa Tengah, Kyai Happy.

METROPOLITAN.id – Ulama dan pesantren tak bisa dilepaskan jika berbicara perjalanan calon Kapolri, Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo. Sejak dipercaya menjadi Kapolres Pati, Jawa Tengah pada 2009-2010, ia dikenal dekat dengan ulama.

Cap yang melekat tersebut bukan tanpa alasan. Pimpinan Pondok Pesantren Tahfiz Alqur’an Rhoudotul Falah, Gembong, Pati, Jawa Tengah, Kyai Happy mengenal baik sosok Listyo Sigit.

Kyai Happy menilai, Listyo Sigit bisa memposisikan tugas dan peran polri sebagai pelayan masyarakat. Pola kepemimpinan yang dibangun Listyo Sigit saat memimpin Pati tidak hanya soal penegakan hukum. Tapi juga bagaimana bisa melakukan pendekatan dan membuka ruang komunikasi yang baik agar masyarakat turut mengawasi dan menjaga wilayahanya, serta tidak sampai melakukan pelanggaran hukum.

“Saya mengenal baik sosok Listyo Sigit, yang dekat dengan ulama dan kyai pimpinan pondok pesantren di Pati. Bahkan, mereka sangat terkesan dengan kepemimpinanya di Pati,” ujar Kyai Haji Happy.

Menurutnya, menyambung silaturahmi menjadi rutinitas Listyo Sigit dengan datang mendekati simpul-simpul masyarakat, mulai tokoh agama, ulama hingga kyai pimpinan pondok pesantren.

Baca Juga  Penunjukan Kapolri, NU dan Muhammadiyah Sepakat Tak Persoalkan Aspek Primordialisme

Karena kebiasaannya itu, kalangan Nahdlatul Ulama (NU), termasuk ulama besar asal Pati, K.H Mohammad Ahmad Sahal, atau Mbah Sahal, Rais ‘Aam Syuriah PB NU, sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat itu, mengenal keteladanan Listyo Sigit.

Kyai Happpy menceritakan, Listyo Sigit membangun kepemimpinannya dengan semua lapisan masyarakat, ditunjukan dengan berinisiatif memenuhi undangan. Diundang maupun tanpa diundang kegiatan, Listyo Sigt kerap berinisiatif hadir dalam setiap kegiatan majelis pengajian kecil maupun besar. Ia ikut duduk menyimak hingga selesai.

Senada, salah seorang tokoh muda NU asal Pati, Gus Alex Udin menyampaikan hal serupa. Saat menjadi Kapolres Pati, Listyo Sigit kerap berkeliling bersilatuhami mendatangi ulama dan kyai di Pati. Bahkan, tidak jarang dilakukan malam hari untuk tujuan bisa berdiskusi, mendengar, serta menyerap aspirasi terkait tugas polri dari simpulnya masyarakat.

Baca Juga  Fix, Ini Calon Kapolri Pilihan Jokowi

Listyo Sigit juga membangun kedekatan dan komunikasi dengan mau mendengar jajarannya. Ia dikenal sebagai pimpinan yang dekat dengan bawahan tapi tegas.

Namun, ketegasannya ditunjukan tidak dengan mengumbar amarah saat menegur maupun memberi sanksi.

“Dedikasi dan tanggungjawabnya untuk Polri serta tugas sebagai pelayan, mau datang ke masyarakat dan mau mendengar, luar biasa,” puji Gus Alex.

Eddy Siswanto (ist)

Apresiasi terhadap kepemimpinan Listyo Sigit saat di Pati juga datang dari Ketua Umum Klenteng wilayah Pati, Jawa Tengah, Eddy Siswanto. Menurut Eddy, Listyo Sigit adalah sosok yang bisa merangkul semua lapisan masyarakat, juga antar lintas agama.

“Misalnya saja pembagian sembako atau kegiatan di bulan Ramadan. Warga Klenteng di Pati rutin membagikan sembako serta bagi-bagi makanan takzil buat masyarakat yang sedang berpuasa, setiap sore, Listyo Sigit pun berpartisipasi. Bahkan, tidak jarang ikut membantu dan menyempatkan hadir,” ungkap Eddy.

Baca Juga  Komisi III DPR RI Dimyati: Calon Kapolri Listyo Sigit Pilihan Terbaik Presiden

Eddy, yang juga menjadi Koordinator Gusdurian Wilayah Pati mengatakan, Listyo Sigit merangkul lintas agama dan diajak komunikasi, tidak hanya ulama dan kyai pondok pesantren. Komunitas keagamaan diajak berdiskusi dan didengarnya.

Saat itu, Eddy pun merasa kehilangan saat Listyo Sigit yang selalu menjaga hubungan baik Polri dengan berbagai kompenen masyarakat, termasuk LSM dan pengusaha, harus mengakhiri tugas di Pati,

Berhasil mewujudkan wilayah Pati aman dan kondusif selama kepemimpinannya, karier Listyo terus berlanjut menjadi Kapolres Sukoharjo, Wakapolwiltabes Semarang, Kapolresta Surakarta, hingga Kapolda Banten. Diakhir masa tugasnya, Listyo Sigit selalu dikenang ulama, kyai pimpinan pondok pesantren, tokoh agama serta masyarakat di wilayahnya karena terkesan dengan kepemimpinannya. (*/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *