Waduh! Kades Terpilih ogah Dilantik Online

by -

METROPOLITAN – Batalnya pelantikan kepala desa terpi­lih pada 26 Januari 2021, membuat beberapa kades di Kecamatan Ciampea dan Dramaga kecewa. Apalagi kabarnya pelantikan kepala desa akan dilakukan secara virtual. Hal ini pun mengun­dang reaksi penolakan dari sejumlah kepala desa terpilih di Pilkades Serentak 2020.

Seperti diungkapkan Ke­pala Desa Terpilih Desa Ci­ampea, Suparman. Ia tak mempermasalahkan pelan­tikan Pilkades oleh Bupati Bogor dibatalkan pada 26 Januari 2021. Namun jika pe­lantikan kepala desa terpilih dilakukan secara virtual, tentu akan hilang nilai histo­ris pelantikannya.

“Tentu nilai historis akan hilang jika pelantikan dilaku­kan secara virtual, biasa bisa foto-foto bareng bupati dan kades terpilih lainnya, jika virtual kan tidak bisa,” kata Suparman. “(kalau tetap vir­tual) Tidak masalah, tapi itu tadi nilai historisnya nggak ada,” sambungnya.

Baca Juga  Kampung Babakan Jadi Percontohan KRL Grean and Clean

Saat ditanya kapan akan dilantik setelah dibatalkan pada 26 Januari 2021, ia men­gatakan dari informasi yang ia terima rencananya pada 11 Februari. ”Selain Covid, nan­ti infonya 11 Februari dibarengi karena masa habis kades itu ada yang 20 Januari dan 11 Februari. Mudah-mudahan nggak mundur lagi,” ungkap­nya.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa (Kades) Negla­sari, Kecamatan Dramaga, Yayan Mulyana. Ia sangat menyayangkan jika pelanti­kan pilkades dilakukan se­cara virtual di kantor keca­matan bersama kepala desa lainnya. Nilai-nilai kebang­gaan dan historisnya bakal hilang. Apalagi, menjadi kades itu melewati perjuangan dan material.

”Kasihan kades yang sudah berjuang hingga mengeluar­kan kocek ratusan juta agar bisa menjadi kepala desa terpilih. Ketika terpilih, dilan­tiknya hanya virtual, ” keluh­nya. (ads/c/rez/py)

Baca Juga  Mengenal Sosok Jarkasih Pemimpin Di Desa Sukawening Siapkan Perubahan Demi Kemajuan Sukawening

Leave a Reply

Your email address will not be published.