Alhamdulillah… 1000 Rumah Tak Layak Bakal Diperbaiki, 1 Rumah Dijatah Rp17,5 Juta

by -

METROPOLITAN.id – Program rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi kembali digulirkan. Kota Bogor untuk tahun ini, dijatah 1000 rumah yang bakal dipercantik melalui program besutan Ridwan Kamil tersebut.

Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman pada Disperumkim Kota Bogor, Muhamad Hutri memaparkan, 1000 rumah yang bakal mendapatkan bantuan tersebar di 25 kelurahan se-Kota Bogor.

“Alhamdulillah, tahun 2021 Kota Bogor mendapatkan bantuan 1000 unit rutilahu Ban-Gub Jabar, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 540 unit,” kata Hutri kepada Metropolitan.id, Selasa (2/2).

Lebih lanjut, Hutri menjelaskan, para penerima bantuan akan mendapatkan uang sebesar Rp17,5 juta yang nantinya akan dibelanjakan bahan bangunan dan dikoordinir oleh Bidang Kemas di masing-masing kelurahan.

Baca Juga  Peradi Siap Kerja Bareng Pemkot Bogor

“Biaya itu sudah termasuk upah untuk para pekerja dan Insya Allah akan mulai dijalankan pada April mendatang,” jelasnya.

Dari data yang ada di Disperumkim Kota Bogor, 25 kelurahan yang akan menerima bantuan terbagi menjadi enam kelurahan dari Kecamatan Bogor Barat, tujuh kelurahan dari Kecamatan Bogor Selatan, dua kelurahan Bogor Tengah, satu kelurahan dari Bogor Timur, tiga kelurahan dari Bogor Utara dan enam kelurahan dari Tanahsareal.

“Nah masing-masing kelurahan dijatah 40 rumah yang akan diperbaiki,” jelas Hutri.

Terpisah, Lurah Ciluar, Deni Ardiansyah mengaku, bantuan rutilahu ban-gub ini sangat membantu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Bogor.

Baca Juga  Pemkot Bogor Targetkan 4.286 RTLH

Berdasarkan data yang ada di bidang Kemas, Kelurahan Ciluar. Deni mengungkapkan ada 82 rumah terdata yang akan diajukan untuk mendapatkan bantuan Rutilahu.

“Di kami ada 82 rumah yang akan diajukan untuk mendapatkan bantuan Rutilahu,” ungkap Deni.

Nantinya, sambung Deni, pihak Kelurahan Ciluar bakal langsung melakukan monitoring dalam penggunaan bantuan Rutilahu agar tidak ada penyelewengan bantuan seperti pungutan liar.

“Kita akan lakukan pemantauan langsung dam pendampingan agar masyarakat memahami penggunaan uang bantuan tersebut,” jelas Deni.

Meski ada peningkatan dalam program Rutilahu dari ban-gub, anggota DPRD fraksi PPP, Ahmad Saeful Bakhri, menilai program rutilahu ini perlu dipantau penggunaan anggarannya secara seksama.

Sebab, menurutnya masih ada beberapa bantuan yang tidak tepat sasaran. “Kita kan udah ada program rutilahu APBD Kota Bogor, trus sekarang dapet bantuan lagi sebesar Rp17,5 miliar dari provinsi. Nah ini pengawasan harus benar-benar dilakukan agar tepat sasaran,” pungkasnya.(dil/b/yok)

Baca Juga  Tak Sejalan dengan Pemkot, DPRD Tolak Relokasi PKL Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published.