Bantuan Keuangan untuk Bogor dari Jabar Naik Signifikan, Ini Pesan Kang AW

by -

METROPOLITAN.id – Kabar gembira untuk Kabupaten Bogor. Bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) tahun anggaran 2021 naik signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Di tahun 2020, Kabupaten Bogor mendapat bantuan keuangan dari Jabar sekitar Rp200-an miliar. Naik menjadi Rp364,3 miliar di 2021.

“Alhamdulillah bantuan keuangan dari Pemprov Jabar untuk Kabupaten Bogor pada tahun anggaran 2021 adalah sebesar Rp364,3 miliar. Jumlah ini tentu jauh lebih besar jika dibandingkan banprov pada tahun anggaran 2020 sebesar Rp200-an miliar. Namun sebagaimana kita semua tahu, banprov pada tahun kemarin banyak berkurang karena terkena program refocusing dan realokasi untuk kepentingan penanganan wabah Covid-19,” ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jabar, Asep Wahyuwijaya, Minggu (14/2).

Legislator asal Kabupaten Bogor ini menjelaskan, berdasarkan dokumen Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Barat No. 99 tahun 2020 tanggal 29 Desember 2020 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021, bantuan keuangan terbesar digelontorkan untuk pembangunan infrastuktur fisik kesehatan dan penambahan fasilitas kesehatan di beberapa rumah sakit yang totalnya mencapai Rp184,2 miliar.

Baca Juga  Polisi Selidiki Kebakaran Kilang Minyak Pertamina di Indramayu, Segini Jumlah Korbannya

Pria yang karib disapa Kang AW ini melihat separuh dari banprov ini dialokasikan untuk pembangunan dalam urusan kesehatan.

Alokasi terbesar dari bantuan anggaran ini diperuntukan untuk pembangunan Rumah Sakit Kabupaten Bogor di Cogreg, Parung sebesar Rp112,6 miliar. Kang AW berharap pembangunan rumah sakit di utara Kabupaten Bogor ini segera terealisasi mengingat kebutuhannya yang sangat mendesak.

“Saya tentu amat berharap agar pembangunan rumah sakit di daerah Bogor Utara ini bisa langsung direalisasikan, mengingat kebutuhan rumah sakit di Kabupaten Bogor masih sangat besar. Apalagi ketika saat ini pun kita masih dihadapkan pada kondisi wabah Covid-19 yang belum tentu usai dalam waktu dekat. Sehingga, apabila pembangunan RSUD baru ini bisa diselesaikan pada tahun ini juga, maka diharapkan dapat dipergunakan untuk keperluan tersebut,” ungkapnya.

Di sisi lainnya, dibangunnya rumah sakit di wilayah Utara ini diharapkan dapat mengurangi beban RSUD Cibinong dan RSUD Leuwiliang. Jika demikian, pelayanan di RSUD tersebut bisa dimaksimalkan.

“Gamblangnya, di depan saya ingin menyampaikan bahwa dalam pembangunan fasilitas kesehatan ini, Pemkab Bogor dapat mencari mitra swasta yang benar-benar qualified dan proper. Jangan main-main karena pembangunan rumah sakit ini amat strategis dan menentukan fungsinya demi memenuhi kebutuhan warga Kabupaten Bogor,” tegas Kang AW yang juga anggota Komisi V DPRD Jabar.

Baca Juga  Ranjau Aktif Ditemukan di Belakang Rumah Warga

Selanjutnya, alokasi bantuan anggaran terbesar kedua diperuntukan untuk dua pembangunan ruas jalan dan pembangunan rumah khusus yang terdampak bencana alam longsor dan banjir di Kecamatan Cigudeg dan Kecamatan Sukajaya.

Ruas jalan yang akan dibangun adalah jalan Cigudeg – Kiarasari – Cisangku dengan bantuan anggaran sebesar Rp28,7 miliar dan ruas jalan Kiarabea – Pasirmadang – Cileuksa sebesar Rp25 miliar.

Sementara untuk pembangunan rumah khusus terdampak bencananya sendiri, adalah sebesar Rp25 miliar yang akan disebar di Desa Sukaraksa dan Desa Sukamaju Kecamatan Cigudeg serta Desa Urug dan Desa Harkatjaya di Kecamatan Sukajaya.

“Dengan diberikannya bantuan perbaikan infrastruktur dan hunian khusus pasca-bencana ini, saya pun tentu berharap akses dan konektivitas antar wilayah di dua)m kecamatan ini dapat kembali normal dan layak untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonominya,” harap Kang AW.

Baca Juga  Raja Salman Resmi Buka Majidil Haram dn Masjid Nabawi untuk Seluruh Umat Muslim

Bantuan anggaran selanjutnya adalah untuk revitalisasi Pasar Cisarua tahap II sebesar Rp25 miliar. Lalu pembangunan alun-alun di Cirimekar, Cibinong sebesar Rp10,7 miliar, jaminan Kesehatan bagi warga penerima bantuan iuran (PBI) sebesar Rp53,8 miliar.

Sarana dan prasarana pendidikan juga mendapat alokasi bantuan sebesar Rp5 miliar. Lalu untuk kesejahtraan guru bantu di daerah-daerah terpencil sebesar Rp3,9 miliar dan ada juga bantuan untuk pengembangan kopi robusta dan Desa Wisata Kopi di Buana Jaya, Kecamatan Tanjungsari sebesar Rp2,5 miliar.

Sisanya, dialokasikan untuk kegiatan TNI membangun desa di Kecamatan Tenjo dan Kecamatan Cigudeg sebesar Rp385 juta.

“Sumber anggaran bantuan keuangan ini berasal dari APBD murni Jabar dan dari pinjaman program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diberikan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Bantuan keuangan yang diberikan melalui skema pinjaman ini nantinya harus dikembalikan lagi oleh Pemprov Jabar. Karenanya, pastikan pembangunannya tidak ada yang mangkrak. Untuk kebaikan warga Kabupaten Bogor, sumbangsih bantuan anggaran dari Pemprov Jabar ini, mari kita awasi,” tandas Kang AW. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *