Bantuan Rp460 Miliar Hangus

by -

Pandemi Covid-19 memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memangkas anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah. Ini juga menyusul hilangnya bantuan dari pusat dan provinsi yang nilainya mencapai Rp460 miliar.

OTAK-ATIK anggaran kem­bali dilakukan untuk meny­esuaikan antara program SKPD dengan kebutuhan belanja daerah.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, mengatakan, saat ini kondisi keuangan Kabu­paten Bogor tengah tidak stabil. Hal tersebut lantaran ada beberapa bantuan dari pemerintah pusat dan pro­vinsi yang gagal masuk ke kas Pemkab Bogor.

Setidaknya ada sekitar Rp460 miliar dana segar dari pemerin­tah pusat dan provinsi yang hilang karena pandemi Co­vid-19, baik pemerintah pusat maupun provinsi melakukan realokasi anggaran untuk penanganan pandemi.

”Kurang lebih ada Rp460 miliar. Nah, ini kami sedang mencari solusinya untuk me­nambal, makanya kami akan melakukan refocusing ang­garan lagi untuk menambal kekurangan ini agar posisi Rp460 miliar bisa tertutupi,” katanya, belum lama ini.

Baca Juga  Menanggulangi Kemiskinan Berbasis Bantuan Dan Perlindungan Sosial

Menutupi kekurangan ang­garan tersebut, Pemkab Bogor berniat bakal melakukan re­focusing (perubahan peng­gunaan) anggaran pada seluruh Satuan Kerja Perang­kat Daerah (SKPD) sebanyak 25 persen. Rencananya ang­garan tersebut diambil dari sejumlah kegiatan yang dini­lai tidak terlalu penting. Di antaranya seperti anggaran pelatihan, sosialisasi, perja­lanan dinas dan anggaran makan dan minum di seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Bogor.

”Pokoknya sejumlah kegia­tan yang tidak terlalu penting akan kami refocusing. Kalau kegiatan yang penting akan kami coba rasionalisasikan besarannya. Ini kami lakukan untuk memaksimalkan penanganan Covid-19,” ujar­nya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Sus­manto, mengaku sangat men­dukung langkah yang diambil Pemkab Bogor. Ia menilai sudah seharusnya penanga­nan Covid-19 menjadi fokus pemerintah.

Selain itu, politisi Partai Gerindra ini juga meminta Pemkab Bogor memikirkan sejumlah langkah yang mes­ti diambil untuk memulihkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi.

”Merasionalisasi dan refo­cusing anggaran untuk penanganan Covid-19 memang harus dilakukan, apalagi ter­hadap sejumlah program yang tidak terlalu penting. Sudah seharusnya fokus anggaran ini untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Baca Juga  Mantap Nih, TNI - Polri di Bogor Sebar Bantuan untuk Warga yang Isolasi Mandiri

Meski begitu, dirinya juga berpesan kepada Pemkab Bogor agar benar-benar me­mastikan jika anggaran ter­sebut diperuntukkan penanga­nan Covid-19. Ia tak ingin ada anggaran yang tidak tepat sasaran dan tidak sesuai pe­runtukan.

”Pesan kami satu, anggaran harus berpihak kepada ma­syarakat dan jangan tebang pilih. Kami juga meminta anggaran tersebut diperuntuk­kan sebagaimana mestinya dan sesuai peruntukannya. Kami tak ingin jika ada yang tidak tepat sasaran,” pintanya.

Selain banyaknya bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi yang gagal masuk ke Kabupaten Bogor, kecilnya anggaran Belanja Tidak Ter­duga (BTT) Kabupaten Bogor pada 2021 ini juga memper­parah kondisi keuangan. Se­bab pada 2021 anggaran BTT Kabupaten Bogor hanya men­capai Rp28,1 miliar.

Sekadar diketahui, pada 2021 pendapatan daerah Kabupa­ten Bogor ditargetkan men­capai Rp6,7 triliun, dengan rincian Pendapatan Asli Dae­rah (PAD) sebesar Rp2,7 tri­liun dan pendapatan transfer Rp4 triliun. PAD itu terdiri dari pajak daerah Rp1,8 tri­liun, retribusi daerah Rp139 miliar dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipi­sahkan Rp63 miliar. Semen­tara dari pendapatan transfer ada dari transfer pemerintah pusat sebesar Rp3,1 triliun dan transfer antardaerah Rp894 miliar.

Baca Juga  Aspal Dramaga Berdarah Lagi

Pada APBD 2021, belanja daerah Kabupaten Bogor se­besar Rp7,6 triliun yang di­gunakan untuk mendanai urusan wajib, baik pelayanan dasar dan non-pelayanan dasar hingga urusan pemerin­tahan umum serta kewilaya­han.

Adapun komponen belanja daerah itu terdiri dari be­lanja operasi dan modal se­besar Rp6,3 triliun, belanja tidak terduga sebesar Rp28 miliar dan belanja transfer sebesar Rp1,2 triliun. Belan­ja transfer itu sendiri terdiri dari belanja bagi hasil Rp157 miliar dan belanja bantuan keuangan sebesar Rp1,1 tri­liun. (ogi/c/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *