Belasan Orang Terpapar Covid, Ruangan Fraksi Amanat Nurani Ditutup

by -

METROPOLITAN – Salah satu ruangan fraksi di Dewan Perwaki­lan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor rupanya ditutup sementara. Dikabarkan, belasan orang diketa­hui terpapar Covid-19. Ruangan yang ditutup, yakni ruang Fraksi Amanat Nurani (F-AN). Dari pen­gumuman yang ditempel di pintu ruangan, tertulis ruangan ditutup sementara hingga 26 Februari.

Hal tersebut dibenarkan Ketua Fraksi Amanat Nurani DPRD Kota Bogor, Safruddin Bima. SB, sapaan karibnya, mengatakan bahwa per hari ini saja sudah ada lima orang yang diketahui terkonfirmasi positif Covid-19. “Jadi sudah belasan orang,” katanya, Senin (22/2).

Penutupan itu, sambung SB, dilakukan karena inisiatif un­tuk mencegah meluasnya penularan covid di areal ter­sebut. Terutama di areal fraksi yang Safrudin pimpin. “Saya bersikap cepat, jelas dan tegas untuk keamanan, kese­lamatan dan kebaikan ber­sama. Ditutup mulai hari ini,” imbuhnya.

Baca Juga  Perkantoran di Bumi Tegar Beriman Disterilkan

Meski begitu, kata dia, laya­nan dan komunikasi fraksi terhadap masyarakat serta berbagai pihak via media so­sial sementara. “Bisa via Whats­App atau bisa juga melalui staf fraksi,” ungkapnya.

Sementara itu, tingginya angka penularan Covid-19 di Kota Bogor membuat keter­sediaan ruang isolasi semakin sedikit. Terlebih kerja sama Pemkot Bogor bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido terkait penggunaan fa­silitas bakal segera berakhir. Pemkot Bogor kini tengah membidik Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengawasan (Pusdiklatwas) Badan Penga­wasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ciawi Kabupaten Bogor sebagai penggantinya.

Pemkot Bogor pun sudah melayangkan surat kepada Bupati Bogor, Ade Yasin, ter­kait rencana penggunaan gedung BPKP untuk pasien Covid-19 untuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) itu. Hal tersebut diungkapkan Sekre­taris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah.

Baca Juga  PMII Berbagi Bersama Pengungsi

Menurutnya, gedung fasili­tas BNN Lido bakal kembali membuka pelatihan tatap muka, sehingga Pemkot Bogor tak bisa lagi memperpanjang kerja sama dan segera men­cari pengganti. Ia juga sudah melayangkan surat kepada bupati terkait izin mengguna­kan BPKP Ciawi ini.

Kami sudah koordinasi ter­kait izin menggunakan BPKP Ciawi. Pemkot Bogor sudah melayangkan surat izin ke­pada bupati Bogor. Surat izin dari wali kota ke bupati sudah dilayangkan. Yang pasti saat ini sedang dalam proses. Se­lain itu, prosesnya sedang dilakukan rekrutmen dan pelatihan untuk memindah­kan dari Lido ke BPKP Ciawi,” bebernya kepada awak media, Senin (22/2).

Untuk BPKP Ciawi, sambung Syarifah, diperkirakan bisa menampung 128 tempat tidur atau bed untuk pasien Covid-19. Jumlah itu dianggap sepadan dengan kapasitas di BNN Lido. “Di BPKP Ciawi itu nanti ada 128 bed, jadi memadai lah untuk meng­gantikan BNN Lido,” terangnya.

Baca Juga  Masak Sahur, Rumah di Bogor Terbakar

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, pernah menyebut bahwa kerja sama penggunaan gedung PPSDM BNN Lido sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 berstatus OTG akan berakhir Maret. Menurutnya, Pemkot Bogor kemungkinan tidak memperpanjang kerja sama dengan BNN Lido dan sedang mencari tempat pengganti lain. “Untuk Lido habis Maret dan kemungkinan kita cari tempat lain. Saat ini yang se­dang diproses, yaitu gedung BPKP Ciawi,” pungkas Dedie. (ryn/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *