Cuaca Ekstrim Masih Hantui Bogor, Bima Arya Cek Kesiapan Siaga Bencana

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya mengecek kesiapan siaga bencana di BPBD Kota Bogor. (Foto:istimewa)

METROPOLITAN.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrim masih akan terjadi di Kota Bogor hingga awal Maret 2021. Wali Kota Bogor Bima Arya pun mewanti-wanti Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga kewilayahan untuk menggencarkan antisipasi bencana di Kota Bogor.

Ia mengingatkan jajarannya, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) hingga kewilayahan untuk saling sinergi dan koordinasi dalam penanganan bencana.

“Saya minta BPBD dan wilayah bisa dengan cepat berkordinasi dengan PUPR untul menangani bencana alam. Sehingga ketika terjadi cuaca ekstrim bisa meminimalisir bencana. Saya tekankan tadi ya. Saya juga minta BPBD juga meminta masukan ke dinas terkait perbaikan infrastruktur dan intervensi fisiknya. Itu point pertama. Poin kedua, semuanya harus siap dengan kondisi terburuk,” katanya saat apel siaga bencana di kantor BPBD, Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (23/2).

Baca Juga  Menyiapkan Kebijakan Mendukung Pelaku UMKM Bogor

Bima Arya mengingatkan pentingnya pemetaan bencana alam dan maping masalah yang ada di lokasi rawan bencana. Kesiapsiagaan itu mesti dilakukan mengingat prediksi cuaca ekstrim yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa waktu kedepan.

“Kesiapan dari tim, baik dari BPBD, dinas dan wilayah, ini mengantisipasi curah hujan yang eksrim berdasarkan prediksi dari BMKG. Kesiapan sistem kordinasi, jadi ketika katulampa siaga 1, sistem sudah bergerak,” ujar Bima Arya.

Selain itu, kata dia, proses evakuasi harus dilakukan secara matang dengan memperkuat simulasi. Agar ketika terjadi bencana, warga yang berada di lokasi rawan bencana dan petugas evakuasi sudah bisa menjalankan sistem penanganan bencana.

“Kedua, ada proses evkuasi yang sudah disimulasikan. Kita cek, jadi memang ada beberapa titik yang menjadi langganan banjir. Begitu terjadi, sudah ada mekanismenya karena sudah disimulasikan,” ucapnya.

Baca Juga  Ajak Warga Bogor Manfaatkan Pekarangan Rumah Untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Bima Arya juga menegaskan agar Dinas Sosial menyiapkan bantuan natura saat terjadi bencana.

“Saya minta Dinsos tambah natura-nya. Terakhir menyosialisasikan warga, hari-hari kedepan agar menghindari berada dititik rawan,” ucap Bima Arya.

Sementara, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati sempat menyebut bahwa sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek, masih dalam puncak musim penghujan. Kondisi ini diperkirakan sampai awal Maret 2021. Pada periode sepekan ke depan, wilayah Jabodetabek pada umumnya akan diguyur hujan dengan intensitas ringan

“Hujan dengan instesitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi pada periode ini yang diperkirakan sampai akhir Februari atau sampai awal Maret,” tuntasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *