Disperumkim Tebang Pohon Ber-KTP Merah

by -

METROPOLITAN – Badan Meteorologi Klima­tologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluar­kan peringatan dini akan terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan angin kencang dan hujan deras di­sertai petir di Kota Bogor beberapa hari ke depan.

”BMKG Pusat sudah mengeluarkan peringatan dari kemarin mengenai terjadinya cuaca ekstrem Kamis (18/2). (Hujan Lebat/angin kencang/petir, red) Untuk beberapa wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat (Kota Bogor termasuk),” ujar Kepala BMKG Pos Citeko Bogor, Fatuhri Syabani.

Dikeluarkannya peringatan dini cuaca ekstrem ini, sambung Fatuhri, karena adanya arus masa udara yang kuat dari daratan Asia menuju wilayah utara Pulau Jawa yang berbelok ke timur, sehingga menimbulkan pemusatan masa udara di selatan Sumatera dan Jawa bagian barat.

”Masa udara yang kaya akan uap air ini diperkuat dengan adanya salah satu jenis gelombang atmosfer yang saat ini sedang menguat, sehingga menambah kelembapan udara di lapisan atas,” jelasnya. Dengan masih didominasi fenomena atmosfer di Pasifik yang disebut La Nina, kondisi cuaca ekstrem semakin berbahaya.

Baca Juga  Krl Citayam-Parungpanjang Belum Pasti

”Beberapa fenomena ini kerap terjadi di Indonesia, terutama saat musim hujan. Tapi kalau fenomena ini tergabung dan terjadi termasuk jarang. Kalau terjadi bersamaan bisa saling memperkuat peluang terjadinya cuaca ekstrem,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, saat ini diperkirakan kecepatan angin yang berhembus 05 hingga 35 kilometer per jam dan berpotensi membuat pohon tumbang. Sehingga Kota Bogor yang memiliki banyak pohon-pohon besar berpotensi terjadi bencana pohon tumbang.

”Diharapkan pemerintah kota memberi perhatian terhadap kondisi pepohonan di tepi jalan. Memangkas ranting/dahan tua untuk menghindari korban jiwa akibat tumbangnya pohon dan jatuhnya ranting/dahan,” papar Fatuhri.

Sementara itu, Program KTP Pohon yang dijalankan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) terus digeber untuk mendata usia dan kekuatan pohon.

Baca Juga  Rumah Sakit Bersalin Kemungkinan Emoh Direlokasi

Kepala Bidang Pertamanan, PJU dan Dekorasi Kota pada Disperumkim Kota Bogor, Feby Darmawan, mengungkapkan sejak 2016 hingga 2020 sudah ada 816 pohon yang sudah terdata.

Dari data yang disampaikan Feby, ada 120 pohon berkategori merah, 23 pohon berkategori cokelat, 170 pohon berkategori kuning dan 503 pohon berkategori hijau. ”Pohon yang ber-KTP Kuning sampai Merah, kami tebang dahannya untuk mengurangi beban pohon akibat keropos,” jelas Feby kepada Metropolitan, Kamis (18/2).

Feby menerangkan, pendataan dan pemberian KTP pada pohon ini merupakan langkah pemkot untuk menanggulangi bencana pohon tumbang. Sebab, pohon dengan KTP berwarna hijau menandakan pohon sehat atau tingkat keroposnya dari 0 sampai 30 persen. Pohon dengan KTP berwarna kuning menandakan pohon kurang sehat karena tingkat keroposnya sudah diatas 30 persen sampai 50 persen. Sementara untuk pohon ber-KTP Merah menandakan tingkat keropos pohon mencapai diatas 50 persen dan rawan tumbang.

Baca Juga  Sudah Panggil Plt Dirut, Pengesahan Perda Perubahan Status PDJT Masih Mandek

Langkah penebangan pohon ini, lanjut Feby, sebenarnya bentuk pencegahan dini. Tetapi pihaknya tetap tidak bisa memprediksi pohon-pohon yang sehat tidak akan tumbang kalau terjadi bencana alam atau ulah manusia yang kerap membuang sampah cairan ke akar pohon dan membuat akar menjadi busuk. Sebab, pernah terjadi pohon yang dahannya patah meski tidak terkena hujan atau angin kencang. Hal itu ternyata dikarenakan dahan kering akibat cuaca panas.

”Kami juga melihat umur ekonomis dari pohon, rata-rata umur pohon itu 80 tahun kalau sudah lewat dari 80 tahun pohon jadi lemah dan antisipasinya pohon akan kami tebang,” ujarnya.

Untuk tahun ini, Disperumkim diketahui akan menyasar 250 pohon di Kecamatan Bogor Timur. ”Tahun ini kami targetkan 250 pohon bisa terdata,” tutup Feby.(dil/c/mam/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *