Ingat! Anggaran Pendidikan Jangan Dicoret

by -

METROPOLITAN – Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah merumuskan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Dalam rencana pergeseran angga­ran ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ko­ta Bogor pun memberikan beberapa catatan. Di mana anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) milik Dinas Pendidi­kan (Disdik) Kota Bogor jangan sampai dicoret atau digeser.

”DAU dari sektor pendidi­kan jangan sampai terkena dampak refocusing. Sebab, anggaran tersebut berisikan gaji untuk guru-guru,” kata anggota Fraksi PPP DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri, Minggu (14/2).

Lebih lanjut pria yang akrab disapa ASB ini juga ikut me­nyoroti pos anggaran DAU yang diperuntukkan bagi peningkatan kualitas guru. Di mana setiap tahun ada anggaran untuk pendidikan bagi guru. Sebab, jika meni­lisik APBD 2021 Kota Bogor terdapat Rp380 miliar yang diperuntukkan bagi pembi­ayaan penyediaan gaji dan tunjangan ASN.

Menanggapi hal itu, Ke­pala Dinas Pendidikan (Dis­dik) Kota Bogor, Fahrudin, memastikan kalau anggaran DAU yang ditujukan untuk gaji guru tidak akan di-refo­cusing. ”Untuk pos refocusing, kemungkinan akan dilakukan di pos anggaran belanja langsung,” katanya.

Baca Juga  9.489 LULUSAN SMP BOGOR DIPREDIKSI MASUK SWASTA

Sementara itu, Kepala Ba­dan Keuangan dan Aset Dae­rah (BKAD) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menyatakan bahwa refocusing ini untuk mendukung program PPKM Mikro. Refocusing anggaran berasal dari dana transfer pusat, di antaranya DAU mi­nimal 8 persen dan DID yang sudah dikucurkan ke pe­merintah daerah minimal 30 persen.

”DAU dari pusat Rp700 mi­liar, kalau 8 persen berarti sekitar Rp56 miliar dan DID dari pusat Rp50 miliar, kalau 30 persen berarti Rp15 mi­liar. Refocusing ini kami ang­garkan tiga bulan batas mak­simalnya. Semoga tidak lebih dari dua bulan kondisi sudah normal lagi,” ujar Denny. (dil/b/rez/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *