Jurnalis Perempuan Bogor Luncurkan Buku Antologi Cerpen ‘Aku Dan Kenangan’

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya saat menunjukan buku Antologi Cerpen 'Aku dan Kenangan'. (Ist)

METROPOLITAN.id – Sebanyak 24 perempuan yang tergabung dalam Tim Penulis Perempuan Jurnalis (PPJ) meluncurkan buku antologi cerpen. Sekumpulan karya yang diterbitkan oleh SIP Publishing berjudul ‘Aku dan Kenangan’ ini berisi cerita dari berbagai genre.

Penanggungjawab Tim PPJ Eka Rahmawati mengatakan, para penulis menuangkan ide cerita dengan sangat apik dan menarik. Beragam kisah dan konflik disajikan di antaranya tentang percintaan, persahabatan, keluarga, dan lain-lain.

“Perasaan para pembaca dibuat campur aduk: bahagia, tersenyum, terharu, sedih, hingga menangis. Cerita yang menyelipkan pesan serta amanat kehidupan itu telah terjual hingga ratusan eksemplar buku,” ujar Eka.

Sebagai penggagas, tujuan awalnya ia ingin memiliki karya berupa buku bersama rekan-rekan seperjuangannya dulu. Perempuan yang telah melahirkan belasan buku antologi di antaranya cerpen, puisi, dan fiksi mini itu kemudian bekerja sama dengan salah satu penerbit indie yang berkantor di Banyumas, Jawa Tengah. Setelah melalui serangkaian proses, akhirnya buku tersebut pun terbit.

Ia memaparkan, para penulis buku antologi cerpen ‘Aku dan Kenangan’ merupakan mereka yang masih berkiprah di dunia jurnalistik seperti Pipin Apriani, Fadlya El’Arsya, Latifa Fitria, Nadia Yuliana, Windiyati Retno S, Febriula Sindisari, Rany Puspitasari, Rahmawati Nasri, dan Rachmawati Juwita.

Baca Juga  Punya Utang Rp17 Miliar, Kevin Aprilio Nyaris Bunuh Diri

Selain itu, ada pula yang mereka sudah tidak lagi bekerja di media massa dan menjalani profesi lain seperti Eka Rahmawati, Lily Suryani, Ruth Fransisca M, Kristina Noviasanti, Cucum Suminar, Nasia Freemeta Iskandar, Tria Ayu Lestari, Annisa Dyah Tovanni, Dewi Julianur, Irma Maghfirany, Ismiatunnisa Utami, Dessy Aulia, Alfianara, Dita Amanda, dan Putri Nugraha.

“Saya berharap teman-teman bisa lebih mencintai dunia literasi. Salah satunya melalui buku fiksi cerita pendek. Semoga ini menjadi langkah awal untuk menanamkan kecintaan pada dunia menulis dan teman-teman bisa terus berkarya,” kata Eka.

Sementara itu, salah satu penulis cerpen buku Antologi ‘Aku dan Kenangan’, Alfianara mengaku senang bisa menjadi bagian dari buku karya para jurnalis perempuan itu. Menurutnya, merupakan pengalaman luar biasa karena cita-citanya memang menjadi seorang penulis novel.

Baca Juga  Ramai-ramai Jadi Polisi Cilik

Buku ini, kata dia, akan memberikan berbagai cerita yang bisa membuat pembacanya menjadi jatuh cinta karena ceritanya merupakan kisah sehari-hari yang ringan namun bermakna.

“Semoga buku ini dapat diterima dengan baik dan sukses terus buat tim PPJ Aku dan Kenangan,” imbuhnya.

Apresiasi terhadap hadirnya buku antologin’Aku Dan Kenangan’ pun datang dari berbagai tokoh di Bogor. Salah satunya Wali Kota Bogor Bima Arya. Ia pun menganalogikan judul buku ini dengan hujan yang belakangan sering turun di Kota Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya. (Foto:ist)

“Saya mengingatkan di musim hujan ini jangan terjebang pada kenangan, hati-hati dengan kenangan. Tahu nggak bedanya kenangan sama genangan? kenangan dan genangan sama-sama bahaya kalau terjebak, bisa membuat tenggelam, kalau hanya sekadar bernostalgia sih aman,” kata Bima Arya

“Jadi ini buku ‘Aku dan Kenangan’, saya belum baca tapi tadi ada yang judulnya Love in Buitenzorg, kisah cinta di Kota Hujan. Warga Bogor, baca buku ini supaya kita tidak terjebak dalam kenangan. Saya baca dulu bukunya besok,” ucapnya.

Baca Juga  Kesbangpol Bentuk Tim Terpadu Sasar Imigran

Selain itu apresiasi atas lahirnya Buku Antologi Cerpen Aku dan Kenangan datang dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni.

Setelah membacanya, Ummi mengaku karya teman-teman PPJ luar biasa lantaran bisa membuktikan jika perempuan bisa tetap berkarya lewat buku.

“Semua kisahnya inspiratif,” ujar ibu dua anak ini.

Sebagai sesama perempuan, Ummi mengaku bangga dengan Tim PPJ yang tetap bisa berkarya di tengah rutinitasnya. Apalagi saat masa pandemi Covid-19. Menurut dia, pandemi jangan menjadikan perempuan tidak produktif. Sebab, masih banyak hal yang bisa diperbanyak, salah satunya membuat buku.

“Dengan segala keterbatasan, perempuan masih bisa produkti.f untuk melahirkan berbagai inovasi lewat gerakan kolektif. Karena dengan hal kecil yang bisa kita lakukan dan dilakukan secara kolektif akan mampu menghasilkan gerakan yang bermanfaat besar,” pungkasnya. (ryn)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *