Mayat Dalam Plastik di Cilebut Bogor Ternyata Remaja Perempuan, Kapolresta : Meninggalnya Nggak Wajar

by -
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo. (Dok. Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Sesosok mayat yang ditemukan dalam plastik hitam di Jalan Cilebut, Kampung Jembatan Dua, RT 02/03, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal diperkirakan merupakan remaja perempuan berusia belasan tahun.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat melakukan olah Tempat Kejadian Kerkara (TKP).

“Diduga korban ini usianya masih belasan tahun dan kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Susatyo kepada Metropolitan.id, Kamis (25/2).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Susatyo mengungkapkan bahwa tidak ada bagian tubuh yang dipotong. Sehingga dugaan sementara bukan merupakan korban mutilasi.

Selain itu, jenis kelamin korban pun diketahui merupakan perempuan dengan ciri-ciri mengenakan kaos berwarna putih dan celana pendek.

Baca Juga  Menteri Pertanian Siapkan Anggaran Rp 4,1 Triliun Untuk Asuransi Petani Dan Peternak

“Jadi kondisi korban hanya terikat dibagian kaki dan tidak ada tanda-tanda mutilasi. Hanya saja, korban meninggal tidak wajar dan kami belum mengetahui identitasnya,” tukasnya

Saat ini korban dibawa oleh pihak kepolisian untuk dilakukan otopsi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, warga Kampung Jembatan 2, RT 02/03 Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, digegerkan dengan adanya penemuan mayat.

Mayat yang ditemukan tepat di pinggir Jalan Cilebut ini dimasukkan kedalam kantong plastik besar berwarna hitam atau trash bag.

Salah seorang warga yang menemukan, Dedi (40) menerangkan kalau saat ia hendak membuka toko sekitar pukul 07:30 WIB, ia menemukan ada kantong plastik berwarna hitam.

Baca Juga  Sandiaga Ajak Seluruh Kades Tiru Konsep 'Desa Wisata'

“Nah saya kira itu kantong sampah kan. Tapi saya lihat kayak ada postur tubuh,” ujarnya kepada Metropolitan.id, Kamis (25/2).

Kantong plastik yang diketahui berisi mayat ini menurut Dedi tidak mengeluarkan bau busuk ataupun darah yang keluar dari dalam plastik.

Ia pun langsung menghubungi pihak kepolisian. “Nggak bau, nggak ada darah juga. Saya langsung telepon polisi aja,” jelasnya. (dil/c/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *