Moge Bebas Ganjil Genap dan Lolos Rapid Antigen, Ini Kata Ketua MBI Bogor

by -
SWAFOTO: Ketua MBI Bogor Darus Raden Jayalalana saat berfoto bersama Bupati Bogor Ade Yasin

METROPOLITAN.id – Kasus motor gede (moge) yang melenggang dengan mudah saat melewati pemeriksaan ganjil genap di Kota Bogor dan Rapid Antigen di Simpang Gadong, Kabupaten Bogor, tanpa harus diperiksa petugas, menghebohkan jagat dunia maya.

Hal ini pun mengundang keprihatinan dari Ketua Motor Besar Indonesia (MBI) Bogor, Darus Raden Jayalalana. Ia meyayangkan atas kejadian tersebut. Dikarenakan bisa merusak citra pencinta motor besar.

“Kami perlu memberitahukan, bahwa dalam insiden itu tidak ada personil MBI Bogor yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Organisasi kami taat dan patuh kepada segala peraturan lalu lintas yang berlaku,” kata Darus, (13/02).

Menurutnya, dalam kejadian moge di Puncak itu bukan berasal dari komunitas motor gede di Bogor. Darus berharap, kejadian ini tidak terulang kembali dan semoga rekan-rekan bikers lainnya dapat menaati aturan-aturan lalu lintas yang berlaku.

Baca Juga  Positif Corona di Kota Bogor Bertambah, PDP Meninggal Juga Bertambah

“Ingat siapa pun sama di mata hukum, jadi mari kita tunduk dan patuh terhadap peraturan maupun hukum yang berlaku di negeri ini,” tegasnya.

Sebelumnya, rombongan pengendara motor gede (moge) bebas ganjil genap di Kota Bogor. Di Puncak, mereka juga lolos alias tak diberhentikan saat pemeriksaan hasil rapid test antigen di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor.

Kondisi tersebut terjadi pada Jumat (12/2) pagi. Pantauan Metropolitan.id sekitar pukul 08.30 di Simpang Lotte Mart Jalan KH Abdulah Bin Nuh, Kota Bogor, rombongan moge ini bebas melanggeng di jalanan tanpa diminta putar arah.

Padahal saat itu, di lokasi checkpoint banyak petugas yang sedang berjaga.

Baca Juga  Pengelola Masjid Istiqlal Tak Beri Izin Aksi Bela Ulama

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun sedang menerapkan kebijakan ganjil genap untuk membatasi kegiatan masyarakat demi menekan penyebaran Covid-19. Pada Jumat ini, giliran kendaraan bernomor polisi genap yang boleh melintas.

Namun, beberapa moge berplat ganjil nampak dibiarkan begitu saja. Sementara kendaraan lain yang berplat ganjil diminta putar arah.

Kondisi ini membuat pengendara lain heran, salah satunya Fikri. Fikri yang saat itu melintas di lokasi diminta putar arah karena kendaraannya berplat ganjil. Sementara di depan matanya, moge dengan plat ganjil bebas melintas.

“Saya bingung pas moge kok dikasih lewat, saya lihat ada beberapa yang pakai plat ganjil di depan saya. Giliran saya langsung diminta putar arah. Kok kebijakannya seperti nggak jelas gini ya,” kata Fikri saat ditemui di lokasi.(yok)

Baca Juga  Korban Pesawat Polri Brigadir Joko Sungatno Dimakamkan di TPU Jati

Leave a Reply

Your email address will not be published.