Nggak Mau Dipungli? Makanya Nurut Direlokasi, Jangan Jualan di Jalan-Jalan Kawasan Pasar Bogor

by -
Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syah. (Foto:Rivaldy-Magang/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Polisi dikabarkan berhasil mengamankan dua orang pelaku sekaligus mengantongi nama otak pelaku yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di Pasar Bogor. Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syah menuturkan, keberadaan pelaku pungli salah satunya disebabkan karena para pedagang yang enggan direlokasi ke dalam Pasar Bogor. Serta lebih memilih berjualan di jalan-jalan sekitaran Pasar Bogor.

“Pedagang liar itu kan kita tertibkan. Kita geser kelokasi lain. Kenapa? Karena pasti ada aja orang-orang yang mencoba mencari keuntungan disitu, ya itulah para pelaku pungli,” tegasnya.

Ia juga mengaku sudah memetakan titik-titik terjadinya pungli di kawasan Pasar Bogor.
Namun, ia mengaku pekerjaannya akan sia-sia jika para pedagang tidak bisa kooperatif dengan pemerintah untuk ditertibkan ke dalam pasar.

Baca Juga  Fabregas: Saya Tidak Akan Lupakan Kebaikan Arsenal dan Wenger

“Kita kerja nggak akan beres-beres kita lakukan penertiban, setelah penertiban beres karena merasa ada orang yang bisa mengkondisikan disana (lapak PKL, red) jadi pedagang balik lagi jualan dan sekarang mengeluh karena ada pungli. Ya ayo ikuti arahan petugas,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Suminto mengungkapkan penangakapan dua orang ini berdasarkan operasi tangkap tangan.

“Iya sudah ada dua orang yang diamankan dengan inisial K dan I,” katanya kepada Metropolitan.id, saat ditemui di Polsek Bogor Tengah, Senin (15/2).

Dari keterangan dua orang tersangka ini, pihak kepolisian mengaku sudah mengantongi satu nama yang diduga menjadi kepala dari para preman yang melakukan pungli di Pasar Bogor.

Sehingga, saat ini pihak kepolisian tengah melakukan pengejaran tersangka yang diduga bersembunyi di kawasan Gunung Bunder, Kabupaten Bogor.

Baca Juga  Jualan Sepi Malah Dipaksa Pergi Satpol PP

“Jadi dari hasil gelar perkara, kami sudah mengantongi satu nama yang diketahui sebagai koordinator dan sekarang sedang kamu lakukan pengejaran,” ungkap Suminto.

Namun kedua orang tersangka yang ditangkap karena tengah melakukan pungli kepada para pedagang di Pasar Bogor beberapa waktu lalu itu tidak ditahan oleh pihak Polsek Bogor Tengah. Suminto mengungkapkan jika penahanan tidak diwajibkan, namun perkara tetap dilanjutkan.

“Karena alat bukti yang kami dapatkan hanya Rp31 ribu dari tangan dua orang tersangka dan saat ditangkap tidak melakukan perlawanan, jadi kami tangguhkan penahanan. Yang pasti saat ini perkara tetap dilanjutkan,” pungkasnya.

Tidak ditahannya para pelaku pungli ini membuat pedagang merasa resah. Salah satu pedagang berinisial, SR meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap kembali para pelaku pungli. Menurutnya, jumlah pelaku pungli ada 10 orang.

Baca Juga  Atty Somaddikarya Tegaskan Anggota Dewan Adalah Pelayan Rakyat

“Kemarin ada informasi preman yang suka pungli ditangkap, tapi akhirnya di lepaskan lagi. Mereka kemarin beraksi lagi melakukan pungli ke pedagang. Kami semua resah dan takut, lebih baik ditangkap saja mereka semua,” harapnya.

Ia juga mengungkapkan, para pelaku pungli meminta uang secara paksa, ada yang diminta Rp5 ribu sampai Rp10 ribu dengan alasan untuk uang jalur. Setiap harinya ada sekitar 10 orang preman yang meminta uang dan beraksi pada pukul 03.00 hingga 06.00 WIB.

“Satu hari bisa sampai Rp50 ribu setiap pedagang diminta uang oleh preman-preman itu. Kami minta segera ada tindakan tegas,” pungkasnya. (dil/b/ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.