Satgas Covid Cisarua Bubarkan Arisan PNS Depok

by -170 views

METROPOLITAN – Satgas Covid-19 Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, kembali membubarkan kegiatan yang dianggap melanggar Pem­berlakuan Pembatasan Ke­giatan Masyarakat (PPKM), Sabtu (20/2).

Pembubaran kali ini adalah kegiatan arisan di sebuah vila bernama Rumah Medan Baru (RMB), tepatnya di Kam­pung Batukasur, RT 04/02, Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor yang diselenggarakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Depok.

”Acara dibubarkan Satgas Covid-19 sekitar pukul 23:45 WIB. Peserta arisan berjum­lah 30 orang. Kalau ketua panitia arisannya adalah seorang PNS Kota Depok,” ujar Iwan (52), penjaga vila RMB, saat ditemui di lokasi.

Awalnya, Iwan mengaku tidak mengetahui jika rang­kaian acara akan dihibur or­gan tunggal, sehingga menim­bulkan kebisingan dan dila­porkan warga kepada Satgas Covid-19. Pada malam itu juga acara langsung dibubar­kan. Mereka kemudian di­minta kembali ke rumah masing-masing. ”Malam itu juga langsung bubar, tapi se­bagian tamu ada yang pulang pagi harinya. Itu acara arisan biasa Pak, mungkin ada war­ga yang mengadu ke pihak Satgas Covid-19,” tambahnya.

Sementara itu, tokoh masy­arakat Kecamatan Cisarua, Yayat Supriatna, mengaku sangat prihatin dengan masih adanya kegiatan di vila-vila yang melanggar protokol kese­hatan dan PPKM yang saat ini tengah digalakkan pemerin­tah, apalagi penyelenggara kegiatan berstatus PNS.

Baca Juga  Sampai Saat Ini PNS Di Medan Belum Terima Gaji

Tak hanya itu, ia juga men­desak Satgas Covid-19 terus melakukan pengawasan dan penindakan tanpa pandang bulu. ”Semua harus ditindak tanpa pandang bulu. Jangan cuma hajatan warga yang dibubarkan, tapi juga semua kegiatan yang dianggap me­langgar,” ungkap Sekjen Ika­tan Komunitas Kawasan Puncak dan Sekitarnya (IKK­PAS) itu.

Terpisah, Camat Cisarua, Deni Humaedi, membenar­kan adanya pembubaran kegiatan arisan oleh Satgas Covid-19 Cisarua karena di­anggap melanggar PPKM di Vila SRB. Saat menerima aduan warga, pihaknya langs­ung memerintahkan pihak Satpol PP dan Desa Batulay­ang untuk segera meninda­klanjuti laporan tersebut.

”Iya benar, begitu ada la­poran warga langsung kami tindak lanjuti. Alhamdulillah, kegiatan itu bisa dihentikan dan semua peserta diminta pulang setelah diberikan arahan oleh Muspika,” pung­kasnya. (wan/suf/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *