Sepucuk Surat Terakhir Sebelum Bunuh Diri, Maaf untuk Anak Istri

by -

METROPOLITAN.id – Seorang warga Rumpin, Kabupaten Bogor, IS, ditemukan tewas di aliran Sungai Cisadane, Kecamatan Cikokol, Tangerang, Senin (22/2). Pria 36 tahun itu diduga bunuh diri lantaran sempat meninggalkan sepucuk surat untuk anak istrinya.

Sebelum ditemukan, korban sempat dinyatakan hilang sejak Jumat (18/2). Sehari setelahnya, pihak keluarga menemukan sepeda motor, handphone dan sandal jepit korban di Jembatan Lengkong Kyai, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Sementara korban belum juga diketahui dimana keberadaannya.

Selain itu, keluarga juga mendapati sepucuk surat di antara barang-barang korban yang ditinggalkan. Surat tersebut ditulis dengan cukup rapi di selembar kertas putih dengan tinta hitam.

Isinya sangat memilukan. Meski tak secara langsung mengatakan bunuh diri, namun kata per kata yang ditulis tangan menggambarkan korban pamit untuk selama-lamanya.

Ada empat paragraf dalam surat tersebut yang diawali dengan salam. Penulisannya menggunakan kata Ayah sebagai sebutan untuknya dan kata Bunda untuk sang istri.

Baca Juga  Mau Ternak Ayam, 3 WNA Asal Sri Langka Digelandang Ke Kantor Imigrasi Bogor

Di paragraf pertama, sang ayah meminta maaf dan memohon pamit kepada sang istri. Ia juga menitipkan dua anaknya yang satu per satu di tulis namanya dalam surat.

Di paragraf kedua, tertulis permohonan pamit untuk anak pertamanya. Sang ayah berpesan agar anak pertamanya menjaga sang ibu dan tak nakal serta terus-terusan jajan agar tak merepotkan sang ibu.

Di paragraf ketiga, sang ayah juga memohon pamit kepada anak keduanya dan meminta agar tak nakal.

Di paragraf ke empat, sang ayah kembali meminta maaf kepada istri dan anak-anaknya. Ia juga menitip pesan agar sang istri menyampaikan maafnya untuk ibi bapaknya dan keluarga yang lainnya.

Di akhir paragraf, sang ayah meminta istrinya untuk jangan bersedih dan sabar serta tetap membesarkan kedua anaknya.

Baca Juga  Proyek Peningkatan Jalan Molor, Dewan Murka

Surat tersebut menjadi pertanda bahwa korban diduga bunuh diri. Hingga pada Senin (22/2), pihak keluarga mendengar kabar soal penemuan mayat di wilayah Tangerang. Keluarga pun langsung menuju RSUD Tangerang untuk memastikan apakah korban benar anggota keluarganya yang hilang.

“Hari Senin saya bersama aparatur Desa Sukamulya turut mendampingi paman korban untuk melihat jenazahnya di RSUD Tanggerang,” ujar Bhabinkamtibmas Desa Sukamulya polsek Rumpin, Bripka Asep Rohmat Mulyana, Selasa (23/2).

Namun saat itu, keluarga belum yakin 100 persen bahwa jasad yang ditemukan adalah anggotanya yang hilang sejak beberapa hari belakangan. Sebab, kondisinya sudah sulit dikenali. Pihak keluarga akhirnya memutuskan kembali pulang ke Rumpin.

“Tapi karena keluarga belum yakin 100 persen, akhirnya kami kembali ke Rumpin,” sambungnya.

Baca Juga  42 Kades Parungpanjang Sepakat Damai

Keesokan harinya atau hari ini, Selasa (23/2), giliran sang istri yang datang ke RSUD Tangerang untuk kembali memaatikan jasad yang ditemukan.

Lewat sang istri, jasad yang ditemukan diyakini memang orang yang dicari selama ini.

Sang istri yakin karena ciri-ciri khusus dan pakaian yang melekan di jasad yang ditemukan sama persis dengan pakain milik suaminya.

“Menurut istri korban, ciri cirinya sangat pasti, yaitu terakhir korban memakai celana panjang katun, jaket hitam merk nice, ikat pinggang warna coklat dan kaus dalam berlogo Lapan. Adapula ciri khusus yang dikenali istri korban,” ungkap¬†Andi Marwan, ketua pemuda setempat yang ikut mengantarkan istri korban ke RSUD.

Usai itu, pihak keluarga langsung mengurus jenazah untuk dibawa pulang dan dikebumikan. (sir/c/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *