BRI Turunkan Suku Bunga Kredit

by -263 views

METROPOLITAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) memu­tuskan menurunkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) untuk seluruh segmen. Di­rektur Utama BRI Sunarso mengatakan, penurunan SBDK terjadi pada segmen korpo­rasi, retail, mikro, KPR dan non-KPR sebesar 150 bps-325 bps, mulai 28 Februari 2021.

”Kebijakan penurunan suku bunga kredit ini bagian dari upaya untuk mendukung percepatan pemulihan eko­nomi nasional, seiring kela­njutan tren penurunan suku bunga acuan oleh Bank In­donesia,” jelas Sunarso dalam keterangan resminya di Ja­karta, Selasa (2/3).

Sunarso merincikan, penu­runan SBDK terbesar diberi­kan pada kredit konsumer non-KPR sebesar 3,25 persen sehingga berubah dari se­mula 12 persen menjadi 8,75 persen.

Selain itu, SBDK KPR turun sebesar 2,65 persen, dari 9,90 persen menjadi 7,25 persen. ”Penurunan SBDK juga dila­kukan untuk segmen mikro sebesar 2,5 persen, dari 16,50 persen menjadi 14 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sunarso menu­turkan, pada kredit segmen korporasi dan retail, penuru­nan SBDK terjadi masing-masing sebesar 1,95 persen dan 1,5 persen. ”Pada SBDK korporasi berubah dari 9,95 persen menjadi delapan per­sen dan SBDK segmen retail berkurang dari 9,75 persen menjadi 8,25 persen,” papar­nya.

Baca Juga  Harkopnas Expo 2019 Jadi Ajang Promosi Ukm

Sunarso menambahkan, penurunan suku bunga kre­dit ini juga dilakukan karena menurunnya beban biaya dana (cost of fund). Di sam­ping itu, ada peningkatan level efisiensi perbankan yang disebabkan berbagai inisia­tif digital yang terus dilaku­kan.

Meski telah menurun, men­urutnya, perubahan suku bunga kredit bukan menjadi satu-satunya variabel penen­tu besar atau kecilnya per­mintaan pembiayaan dari nasabah.

”Berdasarkan analisa eko­nometrika, variabel paling sensitif atau elastisitasnya paling tinggi terhadap per­tumbuhan kredit adalah ting­kat konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat,” kata Sunarso.

Secara keseluruhan, melalui langkah ini, BRI terus menunjukkan komitmen un­tuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung penyaluran berbagai stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Langkah tersebut, ujar Sunarso, diharapkan dapat meningkatkan konsumsi ru­mah tangga dan daya beli masyarakat. ”Peningkatan dua hal ini akan berujung pada naiknya permintaan kredit dan membaiknya pertumbu­han ekonomi nasional,” kata Sunarso.

Baca Juga  Jakcard Bakal Bisa Buat Bayar Tol

Sebelumnya, sepanjang 2020, BRI telah menurunkan suku bunga rata-rata sebesar 75 bps-150 bps, bahkan khusus untuk restrukturisasi kering­anan suku bunga, BRI menu­runkan antara 300 bps-500 bps

Sementara itu, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibra­him Assuaibi berharap per­bankan lain mengikuti lang­kah BRI. ”Setidaknya bank pelat merah sebagai mitra penyaluran PEN menurunkan suku bunga kredit,” ujarnya.

Ia menilai pada akhirnya penurunan suku bunga kredit akan menguntungkan per­bankan. ”Jika mendapatkan keringanan, masyarakat bisa membelanjalan uangnya un­tuk hal lain. Memutar eko­nomi, pada akhirnya men­guntungkan bank,” pungkas­nya. (jp/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *