Dedie ‘Ngemis’ Flyover Stasiun Batutulis ke Pusat

by -
Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim. (Foto:Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN – Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bogor me­wacanakan pembangunan jalan baru atau flyover di ka­wasan Stasiun Batutulis, Kota Bogor. Pembangunan ini diproyeksikan lantaran proyek pembangunan jalur rel ganda atau double track Bogor-Sukabumi itu tidak hanya berdampak pada pe­nertiban dan relokasi warga yang menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), tetapi juga berdampak pada perubahan total kawasan Sta­siun Batutulis.

Hal itu terungkap saat Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim meninjau langsung lokasi pembangunan rel ganda di kawasan Stasiun Batutulis bersama stakeholder terkait, Selasa (9/3). Menurutnya, Pemkot Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Pena­taan Ruang (PUPR) akan ber­koordinasi dengan pemerin­tah pusat dalam rencana membangun jalan baru atau flyover di kawasan Stasiun Batutulis.

“Kita juga akan melakukan semacam koordinasi dengan (pemerintah, red) pusat. Un­tuk bagaimana kalau kita membuat semacam flyover atau jalan baru, yang nantinya berada persis di sebelah Is­tana Batutulis. Ini yang kita coba pikirkan, termasuk lo­kasinya. Artinya titik ini akan berubah total. Ini yang kita tinjau hari ini,” katanya ke­pada Metropolitan.id, Selasa (9/3).

Baca Juga  Dedie Peduli Guru Ngaji dan Kader Posyandu

Namun, sambungnya, hal itu akan dipastikan setelah semua stakeholder dari dae­rah maupun pusat, duduk bareng untuk membahas pembangunan ini. Untuk se­mentara, rencananya akan membangun satu flyover.

“Belum. Makanya nanti kita harus duduk bareng dengan balai besar, dinas, Bappenas hingga Dirjen Binamarga. Harus duduk bareng lagi. Se­mentara ini (rencananya bangun) satu flyover. Nanti mungkin jadi jalan milik kota. Di kawasan Stasiun Batutulis ini kan sebetulnya aset PT KAi, ada beberapa lahan milik pemda. Nanti kita lihat lah. Intinya kita harus cari solusi bersama,” jelasnya.

Hal itu, tutur Dedie, men­jadi krusial dan penting juga prioritas lantaran saat nanti pembangunan selesai, tentu frekuensi kereta yang melin­tas akan lebih padat. Belum lagi, Proyek Strategis Nasional (PSN) ini ditargetkan rampung pada tahun ini. Meskipun ada toleransi perpanjangan paling lambat selesai pada 2022. Sehingga akhir 2022, sudah selesai seluruhnya.

Baca Juga  Bima Targetkan Renovasi 20.000 RTLH

Ia berharap adanya bantuan pembangunan dari pemerin­tah pusat, semua perenca­naan akan berjalan sesuai harapan. “Makanya pembangu­nan jalan baru itu menjadi suatu prioritas. Karena dip­astikan frekuensi kereta nan­ti akan banyak. Kalau nanti jadi KRL Bogor-Sukabumi, frekuensinya bisa imbang dengan frekuensi arus KRL Bogor-Jakarta. Memang kalau sekarang jalur ini hanya enam kali. Nah, kalau nanti jadi KRL Bogor-Sukabumi, bisa 50 sam­pai 100 perjalanan,” ujar De­die.

Di sisi lain, penertiban lahan proyek jalur ganda Bogor-Sukabumi di Kota Bogor ma­sih mengalami kendala ka­rena pembelian lahan di Stasiun Paledang belum se­penuhnya lunas.

Kepala Balai Teknik Perke­retaapian Wilayah Jawa Barat Erni Basri mengatakan, lahan Stasiun Paledang masih se­dikit yang belum lunas, dika­renakan pembelian berbeda prosedur. Namun, dalam tempo beberapa hari akan dilunasi.

Baca Juga  Dedie Minta Boxies Jalankan Rekomendasi Dishub

”Untuk penertiban lahan yang di Stasiun Paledang ma­sih ada sedikit ya. Karena kalau dibeli, prosedurnya beda. Nah itu, akhir bulan ini Insya Allah kita sudah mulai bayar dan mudah-mudahan semuanya selesai,” katanya, kemarin.

Erni menambahkan, untuk dana kerahiman sudah dibe­rikan sekitar Rp15,6 miliar untuk 713 KK. ”Kalau kita yang terakhir kemarin ini sekitar 713 KK, itu sudah klir semua,” tambahnya. (cr1/cr2/cr3/c/ryn/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *